Jaga Daya Beli Warga Jelang Ramadan, Pemkab Sumbawa Gelar Pasar Murah
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan dengan menggelar pasar murah. Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Dr. H. Mohamad Ansori membuka langsung kegiatan tersebut di Taman Serunai, Jumat, 13 Februari 2206.
Kegiatan pasar murah Pemkab Sumbawa ini menjadi salah satu dari 12 program unggulan daerah dalam pengendalian inflasi. Khususnya, menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya memicu peningkatan kebutuhan bahan pokok.
Wabup Ansori menegakan, pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah potensi kenaikan permintaan.
“Momentum hari besar keagamaan biasanya diikuti peningkatan kebutuhan sembako. Pemerintah hadir untuk memastikan harga tetap stabil dan terjangkau agar tidak terjadi inflasi yang membebani masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pasar murah tidak hanya di satu lokasi. Melainkan, secara bergiliran di sembilan titik guna menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga bahan pangan lainnya dengan harga terjangkau. Ia menilai, intervensi ini penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat pasar.
“Jika inflasi tidak dikendalikan, masyarakat akan kesulitan mengikuti lonjakan harga. Karena itu pemerintah bersama Forkopimda dan dinas teknis turun langsung memastikan distribusi dan harga tetap terkendali,” tegasnya.
Selain sembako, pemerintah juga menyediakan komoditas hortikultura dan protein hewani untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Ramadan.
“Kami memastikan kebutuhan pangan sehari-hari, termasuk sayuran dan daging, tersedia dan harganya stabil. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga,” katanya.
Tetap Pantau Harga Komoditas Strategis
Ia menambahkan, Pemkab Sumbawa terus melakukan pemantauan terhadap fluktuasi harga sejumlah komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan tomat yang kerap mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan.
“Pemantauan harga terus dilakukan melalui dinas teknis agar potensi lonjakan harga bisa segera diantisipasi,” ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap, pasar murah dan gerakan pangan murah mampu menekan potensi inflasi daerah. Sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan harga secara berkala untuk memastikan stabilitas pasar tetap terjaga dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga,” jelasnya. (Marwah)



