OpiniWARGA

“Kertas Ti Mama Reti” Cerminan Paradoks Kebijakan Negara dalam Pengelolaan Pendidikan

Menata Ulang Prioritas

Program MBG seharusnya dihentikan sementara, bukan untuk ditolak secara ideologis, tetapi untuk menunggu kesiapan negara dari sisi APBN, infrastruktur, dan tata kelola lapangan. Kebijakan publik yang baik tidak diukur dari besar anggarannya, melainkan dari ketepatan sasaran dan dampaknya bagi kelompok paling rentan.

Negara tidak boleh membiarkan anak-anak miskin memilih “pergi” karena sekolah terasa terlalu mahal. Jika Indonesia sungguh ingin menyongsong Indonesia Emas 2045, maka sekolah gratis dan bermutu bukan pilihan, melainkan keharusan moral dan konstitusional.

Dan dari Ngada, NTT, suara kecil itu masih bergema: “Selamat tinggal, mama.”
Pertanyaannya, apakah negara akan tetap diam? (*)

IKLAN
Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button