Dampak Langsung Terhadap Sistem Pendidikan
Efisiensi dan realokasi anggaran tersebut berdampak luas pada ekosistem pendidikan, antara lain: Beasiswa dan bantuan pendidikan, termasuk KIP-Kuliah, berpotensi tergerus. Peningkatan mutu pendidikan, seperti pelatihan guru, sarana-prasarana, dan pengembangan kurikulum, terancam dikurangi. Tunjangan dosen dan akademisi mengalami tekanan. Biaya operasional perguruantinggi meningkat, memicu kekhawatiran kenaikan UKT. Anggaran riset dan penelitian berpotensi menurun.
Efisiensi ini berdampak juga secara kelembagaan, seperti: Kemendikdasmen, dengan pemangkasan hingga sekitar Rp7–8 triliun. Kemendiktisaintek, dengan penghematan mencapai Rp14,3 triliun. Perguruan tinggi dan sekolah negeri yang kesulitan menjalankan program kerja.
Dalam perspektif manajemen pendidikan, kondisi ini menunjukkan ketidaksinkronan antara visi jangka panjang pembangunan manusia dan kebijakan fiskal jangka pendek.



