HEADLINE NEWSLiputan Khusus

LIPSUS – Kemiskinan di Lingkar Mandalika: Ketika KEK Tumbuh, Warga Tetap Terpinggirkan

KEK Mandalika: Janji Besar di Atas Investasi Triliunan

KEK Mandalika ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus melalui Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009, dengan tujuan utama meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan angka kemiskinan. Berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, kawasan seluas 1.250 hektare ini digadang-gadang menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Investasi yang digelontorkan pun tidak kecil. Hingga saat ini, nilai kumulatif investasi di KEK Mandalika mencapai sekitar Rp5,96 triliun, dengan fokus utama pada pembangunan vila, hotel, fasilitas pariwisata, dan infrastruktur pendukung. Pemerintah menargetkan kawasan ini mampu menarik jutaan wisatawan dan menyumbang devisa triliunan rupiah setiap tahun.

Namun, pertanyaannya kemudian mengemuka: sejauh mana investasi jumbo itu berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal?

Temuan Akademik: Aglomerasi Tidak Selalu Mengurangi Kemiskinan

Penelitian yang dilakukan oleh akademisi Universitas Mataram tahun 2025, Subhan Purwadinata, Tuti Handayani, dan Nadia Nuril Ferdaus, memberikan gambaran yang relatif gamblang. 

Dalam riset berjudul “Analisis Aglomerasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terhadap Kemiskinan di Provinsi NTB”, mereka menemukan bahwa keberadaan KEK Mandalika tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di wilayah sekitar.

Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM), penelitian ini menguji hubungan antara pertumbuhan ekonomi, investasi, upah minimum, penyerapan tenaga kerja, dan kemiskinan. 

Hasilnya menunjukkan, pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi belum mampu menciptakan efek kesejahteraan langsung bagi masyarakat lokal.

Bahkan, penelitian ini mencatat hubungan paradoksal. Semakin tinggi tingkat aglomerasi ekonomi di kawasan KEK, tingkat kemiskinan justru cenderung meningkat. Artinya, pertumbuhan ekonomi yang terkonsentrasi tidak otomatis menghadirkan distribusi pendapatan yang adil.

Adanya KEK Mandalika juga tidak serta merta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, sehingga tidak berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan,” tulis para peneliti dalam kesimpulannya.

Even internasional seperti MotoGP pun dinilai belum mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sekitar secara signifikan. Penyerapan tenaga kerja lokal masih minim, UMKM tidak berkembang secara berkelanjutan, dan aktivitas ekonomi hanya menggeliat sesaat ketika event besar berlangsung.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button