519 Hektare Lahan Perhutanan Sosial di Sumbawa Bakal Ditanami Pohon
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mempercepat pemulihan hutan produksi dengan menanam pohon di 519 hektare lahan Perhutanan Sosial (PS). Program ini direncanakan mulai berjalan pada September 2026 dan mendapat pendanaan APBN dari Kementerian Kehutanan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, menyatakan luasan tersebut merupakan total intervensi program Kementerian Kehutanan di wilayah Sumbawa.
“Ada 519 hektare yang masuk program. Penanaman pohon akan dimulai September, lengkap dengan anggaran pemeliharaan dari APBN,” ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.
Dedy menjelaskan, program Perhutanan Sosial di Sumbawa tersebar di 12 titik Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan satu titik Hutan Desa. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan bibit dan memperkuat kelembagaan kelompok pengelola.
Ia mengakui, menurut hasil pemantauan menunjukkan seluruh luasan 519 hektare masih ditanami jagung, kondisi yang tidak sesuai konsep dasar PS sebagai hutan produksi.
“Hasil pemantauan kita, sebagian yang kita gerakan seperti di Kapasari, kemudian di Gapit, itu semua yang didata rata-rata sekarang ini statusnya ditanami jagung. Nah itu nanti yang kami kembalikan menjadi hutan produksi,” tegas Dedy.



