Pemerintahan

Keseharian Satpol PP: Lombok Barat Razia Pelajar, di Bima Tangkap Kambing 

12 Pelajar Lombok Barat Terjaring  

Sementara Satpol PP Lombok Barat melakukan razia terhadap belasan pelajar di warung hingga game center pada Rabu, 28 Januari 2026, di daerah Gunungsari.

Aksi ini menjadi tindak lanjut dari laporan masyarakat baik secara langsung maupun melalui media sosial. Warga lebih proaktif melaporkan sejumlah titik yang menjadi tempat kumpul pelajar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Lombok Barat, I Ketut Rauh, S.STP., M.Si., menyampaikan razia berdasarkan aduan masyarakat dan penelusuran mandiri petugas.

“Tim kami melakukan penelusuran dan ternyata benar ada. Kami menemukan anak-anak yang sedang duduk nongkrong, padahal itu masih jam belajar,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 29 Januari 2026.

Dari razia di Gunungsari, tercatat sebanyak 12 pelajar sedang asik bermain game dan bersantai di warung saat masih jam pelajaran.

Berdasarkan hasil pembinaan, Rauh mengungkapkan para pelajar memiliki berbagai alasan di balik aksi bolosnya. Sebagian berdalih karena jam kosong di sekolah.

“Macam-macam alasannya. Ada yang bilang jam pelajarannya sedang kosong, ada yang bilang mereka telat dan takut untuk masuk sekolah,” lanjutnya.

Selama razia, Rauh mengaku tidak menemukan barang terlarang seperti senjata tajam, rokok, atau minuman beralkohol. Namun tindakan ini tetap menyalahi Peraturan Daerah (Perda) tentang pendidikan.

Langkah awal bagi pelajar yang terjaring razia akan mendapat hukuman fisik, seperti push up di tempat. Lebih lanjut, Satpol PP juga melibatkan pihak sekolah untuk memberikan efek jera.

Sedangkan untuk pemilik tempat game center, Rauh hanya memberikan imbauan dan peringatan agar tidak menerima pelajar selama jam sekolah.

Lebih lanjut, Satpol PP Lombok Barat sudah menyiapkan strategi pencegahan yang lebih preventif dan edukatif pada 2026. Mulai dari program pembina apel hingga kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Rauh berharap, langkah tegas ini bisa memperbaiki kedisiplinan siswa. Selain itu, pihak sekolah harapannya membuat sistem pengawasan yang lebih kuat.

“Harapannya ya adik-adik ini belajar dengan yang serius, yang kedua, kita juga berharap rekan-rekan guru untuk melakukan pengawasan melekat,” tambahnya. (Inda)

Laman sebelumnya 1 2 3

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button