BREAKING NEWSHukrim

Mayat di Pantai Gading Mataram Teridentifikasi asal Lombok Tengah

Mataram (NTBSatu) – Mayat yang ditemukan terapung di pesisir Pantai Gading, Kota Mataram, terungkap asal Desa Serage Lombok Tengah. Saat ini jenazah sudah dievakuasi Tim SAR Gabungan dan sempat dibawa ke RS Bhayangkara.

Korban diketahui bernama Pawan (69), yang sebelumnya dikabarkan hilang dan dilakukan pencarian selama tiga hari. Belum diperoleh informasi bagaimana proses tenggelamnya korban di desa asalnya, hingga terseret sejauh puluhan mil hingga ditemukan di Mataram.

Korban ditemukan di pesisir pantai pada Kamis, 22 Januari 2026. Lokasi ini berjarak kurang lebih 23,1 kilometer, dari lokasi awal kejadian.

Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang membenarkan peristiwa penemuan korban. Pihaknya bersama keluarga korban sempat membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara, untuk melakukan identifikasi.

IKLAN

“Setelah dipastikan oleh keluarga korban, bahwa benar itu orang tuanya yang terseret arus sungai,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 22 Januari 2026

Sebelumnya, proses pencarian Pawan dilakukan dengan melibatkan aparat dari TNI/Polri, Tim SAR Gabungan, keluarga, dan warga setempat. Namun setelah pencarian selama 3 hari, korban belum juga ditemukan.

Penemuan Mayat di Pantai Gading Mataram

Setelah ditemukan, Polsek Ampenan Kompol Ahmad Majmuk menjelaskan, korban pertama kali dilihat warga setempat, Sadri (43). Saksi yang bekerja sebagai mekanik itu baru balik dari tempatnya bekerja sekitar pukul 06.00 Wita.

Setelah tiba di rumah, saksi langsung menuju ke area pantai yang berada di depan rumahnya. Ia mengecek kondisi cuaca dan situasi di sekitar pesisir pantai.

Setibanya di pinggir pantai, Sadri melihat dari kejauhan adanya sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang tidak mengenakan busana. Mayat tersebut terlihat masih terbawa dan terombang-ambing oleh ombak laut.

Menyadari adanya temuan, saksi kemudian merekam kejadian tersebut dalam bentuk video sebagai dokumentasi awal. Lalu menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Jempong Baru sambungan telepon.

Belum diketahui pasti identitas korban. Karena tubuhnya telah mengalami pembengkakan. Namun dugaan sementara, jasad korban terseret arus laut dan perkiraannya telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Hal itu berdasarkan aroma busuk dari jenazah korban.

“Selanjutnya piket fungsi bersama Kasubsektor Sekarbela bersama tim identifikasi dan tim SAR datang ke TKP,” ujar Kompol Majmuk.

Selain itu, kepolisian juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara, Kota Mataram. “Kami juga memintai keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi,” ucapnya. (Inda/07)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button