Warga Serage Hilang di Sungai, Tim SAR Gabungan Sisir Jalur 19,7 Kilometer
Lombok Tengah (NTBSatu) – Seorang pria asal Dusun Mapasan, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Pawan (69) dikabarkan hilang sejak Senin, 19 Januari 2026. Korban diduga kuat hanyut setelah warga menemukan jejak terakhirnya di pinggir sungai.
Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan, pihaknya sudah melakukan upaya pencarian sejak menerima laporan.
“Iya, kemarin tim kami sudah melakukan pencarian,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 21 Januari 2026.
Kronologi kejadian bermula saat pihak keluarga baru menyadari hilangnya Pawan saat hendak mengantar makanan. Korban saat itu justru tidak berada di lokasi seperti biasanya.
Pihak keluarga sempat melakukan upaya pencarian mandiri bersama warga sekitar. Mereka menemukan bukti berupa kain sarung milik korban di tepi sungai.
Di sekitar lokasi penemuan sarung, warga melihat rumput rebah hingga dugaan kuat korban terpeleset kemudian jatuh ke dalam sungai yang sedang deras.
Setelah menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Tim Rescue Unit Siaga SAR Mandalika dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkertan) Lombok Tengah langsung menuju lokasi setelah menyiapkan personil serta peralatan.
Upaya Pencarian
Operasi pencarian intensif mulai berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026 pukul 13.00 Wita. Melibatkan Basarnas Pos Kuta, Polsek Praya Barat Daya, Babinsa Serage, aparat Desa Serage, pihak keluarga, dan warga setempat.
Penentuan titik awal pencarian setelah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Serage serta keluarga korban. Operasi penyisiran sungai baru bisa pukul 13.13 Wita, setelah briefing.
Pencarian korban dengan melakukan penyisiran daerah sekitar sungai. Mulai dari titik koordinat jatuh hingga area jembatan Pelangi, yang merupakan perbatasan Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat.
Setelah menyusuri area sungai selama lima jam, Tim Rescue akhirnya memutuskan menghentikan pencarian pukul 18.00 Wita. Pencarian kembali dilakukan pada hari ini Rabu, 21 Januari 2026 dengan memperlebar area penyisiran hingga sejauh 19,7 kilometer.
“Pencarian kami lanjutkan dengan penyisiran sejak pagi tadi di sepanjang aliran Sungai Melau, rencana sejauh 19,7 kilometer,” ujarnya.
Saat ini, proses pencarian dengan menambah jumlah personel dari Tim SAR Mataram, SAR Mandalika, Damkartan Lombok Tengah, TNI/Polri, BPBD Lombok Tengah, dan warga setempat.
“Iya, kemarin tim kami dari Unit Siaga SAR Mandalika sudah melakukan pencarian hingga sekarang. Hari ini juga ada penambahan personel dari kantor,” tambahnya. (Inda)



