Pemerintahan

Kolaborasi Perdana Sunda Kecil: NTB, Bali, dan NTT Siap Teken PKS Kerja Sama Empat Sektor Strategis

Mataram (NTBSatu) – Setelah pertemuan di Mandalika, Lombok Tengah, pada 25 November 2025 lalu, kolaborasi perdana Sunda Kecil, NTB, Bali, dan NTT segera teken Perjanjian Kerja Sama (PKS). 

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Jamaluddin Malady menyampaikan, kerja sama tiga daerah tersebut sudah tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU). Selanjutnya, pada 28 Januari 2026 mendatang dilakukan penandatanganan PKS di NTT. 

“Setelah MoU akhir tahun kemarin di Mandalika. Nah, jadi tindak lanjutnya penandatanganan PKS nanti di Labuan Bajo, NTT tanggal 28 Januari ini,” kata Jamal, Kamis, 22 Januari 2026. 

Kolaborasi tiga daerah ini fokus pada kerja sama empat sektor strategis. Di antaranya: pariwisata, energi, konektivitas, dan perdagangan meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan. 

IKLAN

Kerja sama ini dinilai menjadi langkah strategis dan bersejarah karena merupakan kolaborasi regional pertama di kawasan Sunda Kecil yang mengintegrasikan kekuatan ekonomi, pariwisata, dan perdagangan antarprovinsi.. 

Dalam kerja sama tersebut, Bali disiapkan sebagai pintu masuk sekaligus hub pariwisata dan ekspor bagi produk unggulan NTB dan NTT. 

“Tidak bisa kita pungkiri, Bali selama ini dikenal sebagai jendela pariwisata Indonesia ke dunia internasional. Sehingga, kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk-produk daerah,” kata Jamal.

Bali Jadi Hub Produk NTB dan NTT

Kerja sama ini, lanjut Jamal, dipastikan akan memberikan keuntungan satu sama lain. Misalnya, komoditas yang dibutuhkan Bali namun tersedia di NTB dan NTT, bisa disalurkan. Seperti hasil pertanian, perikanan, dan peternakan, dapat disuplai secara berkelanjutan. 

Sebaliknya, kebutuhan NTB dan NTT yang tidak tersedia di daerah masing-masing dapat dipenuhi melalui Bali maupun antarprovinsi. 

“Selain pasar domestik, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong ekspor bersama,” ujarnya. 

Jauh sebelum itu, lanjut Jamal, Gubernur Bali sempat menyampaikan, Bali siap menjadi hub ekspor bagi produk NTB dan NTT. Termasuk dengan penggunaan label bersama pada kemasan ekspor, seperti “Made in Bali–NTB–NTT’’.

“Kita berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan daya saing produk NTB dan NTT di pasar global. Apalagi produk-produk ekspor dari Bali yang telah menembus pasar Eropa dan negara lain dinilai memiliki daya tarik tinggi,“ ungkapnya. 

Setelah PKS ditandatangani pada 28 Januari, kerja sama ini ditargetkan dapat langsung diimplementasikan. Pemerintah daerah berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan serapan komoditas lokal, memperkuat rantai pasok antarwilayah, serta membuka peluang peningkatan lapangan kerja, khususnya bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha peternakan di NTB dan NTT.

“Kita juga berharap dukungan dari media agar kerja sama ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta penguatan sektor pariwisata kawasan Sunda Kecil,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button