Sumbawa

Wabup Ansori Apresiasi Multiplier Effect Program MBG, Penuhi Gizi Anak dan Serap Tenaga Kerja

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat.

Program ini tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi anak, tetapi juga menghadirkan peluang kerja serta mendorong peningkatan pendapatan warga. 

Ansori menilai MBG sebagai program strategis yang menyentuh sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan secara bersamaan. Menurutnya, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Setiap satu SPPG membutuhkan puluhan pekerja, sehingga jumlah SPPG yang terus bertambah membuka lapangan kerja baru. Kondisi ini membantu masyarakat memperoleh penghasilan sekaligus menekan angka pengangguran.

IKLAN

“Satu SPPG kurang lebih sampai 47 karyawan. Kalau ada 60 SPPG sudah berapa penyerapan tenaga kerja yang ada di Kabupaten Sumbawa. Sehingga, di samping memenuhi gizi, akan mengentaskan pengangguran dan meningkatkan daripada pendapatan masyarakat,” ujar Ansori pada Rabu, 7 Januari 2026.

MBG Gerakkan Ekonomi Lokal

Ansori menjelaskan, multiplier effect program MBG juga menjangkau sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. 

Kebutuhan bahan pangan untuk operasional SPPG mendorong penyerapan hasil produksi lokal seperti sayur, tomat, cabai, serta komoditas hortikultura lainnya. Permintaan beras, telur, dan daging ayam ikut meningkat seiring kebutuhan gizi anak.

“Maka juga akan meningkatkan kesejahteraan para petani dan para nelayan. Belum lagi terkait dengan kebutuhan beras, telur, dan kebutuhan daging ayam. Ini semuanya akan tersentuh, sehingga multiplier effect-nya pada peternak yang sukses, petani sukses, dan ada nelayan yang sukses,” katanya.

Bagi Ansori, pemenuhan kebutuhan SPPG berasal dari suplai masyarakat lokal sehingga perputaran ekonomi tetap berada pada tingkat daerah. 

Selain ekonomi, sektor pendidikan juga merasakan dampak positif karena anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan tumbuh lebih sehat.

Ia turut membagikan kisah saat pembukaan SPPG pertama pada wilayah terpencil. Seorang anak memilih tidak membuka makanan karena teringat adik dan ibunya. 

“Kami ingat adik saya, kami ingat ibu saya,” ucap anak tersebut. 

Kisah ini menurut Ansori menjadi bukti, program MBG benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat dan memberi manfaat nyata. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button