Sumbawa

Bupati Jarot Pimpin Gerakan 1 Siswa 1 Pohon, Libatkan 6.700 Pelajar di Sumbawa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memimpin penanaman ribuan pohon dalam Gerakan 1 Siswa 1 Pohon yang melibatkan 6.700 pelajar dari 12 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, sebagai bagian dari Program Sumbawa Hijau Lestari, Selasa, 6 Januari 2026.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memusatkan kegiatan di SDN 2 Karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Sementara itu, ribuan siswa dari sekolah lain mengikuti aksi penanaman pohon secara serentak melalui sambungan daring Zoom meeting.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan pentingnya melibatkan generasi muda sejak dini dalam upaya menjaga dan memulihkan lingkungan.

Ia menyebut, kondisi hutan dan kawasan pegunungan di Sumbawa mulai mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan dan penebangan yang tidak terkendali.

IKLAN

“Sebagian gunung kita sudah mulai tandus, bahkan beberapa mata air menghilang. Karena itu, kita harus bergerak bersama dan menanam kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak sekarang,” ujar Bupati Jarot.

Menurutnya, Gerakan 1 Siswa 1 Pohon tidak sekadar menjadi kegiatan simbolis, tetapi investasi jangka panjang untuk keberlanjutan ekosistem Sumbawa. Ia berharap, para pelajar tumbuh menjadi generasi yang sadar dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Minta Masyarakat Dukung Gerakan

Bupati Jarot juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan tersebut dengan menanam minimal satu pohon di lingkungan masing-masing di rumah, sekolah, kantor, maupun tempat ibadah.

“Jika gerakan ini kita jalankan secara konsisten dan masif, hasilnya akan terlihat dalam lima tahun ke depan. Pohon-pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang,” katanya.

Ia optimistis, keterlibatan lebih dari 6.700 pelajar pada tahap awal ini akan meningkatkan luasan ruang hijau di Kabupaten Sumbawa secara signifikan.

Bupati Jarot menegaskan, Pemkab Sumbawa berkomitmen memantau pertumbuhan bibit yang telah ditanam agar gerakan penghijauan ini berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, pemerintah daerah berharap sekolah menjadi pusat edukasi lingkungan. Sekaligus ruang pembelajaran praktis bagi siswa untuk merawat, menjaga, dan mengawasi pertumbuhan pohon secara berkelanjutan di wilayah dan sekolah masing-masing secara bersama.

“Kita ingin melihat Sumbawa kembali hijau, sejuk, dan lestari melalui aksi nyata generasi muda,” tutup Bupati Jarot. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button