Pemerintahan

Komunikasi Jadi Kunci Penanganan Bencana, NTB Dorong Sistem Informasi Terintegrasi

Pengalaman serupa juga terjadi saat gempa besar melanda Lombok pada 2018. Iqbal yang saat itu ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi untuk menangani evakuasi wisatawan asing, segera membuat hotline khusus.

Iqbal juga menyatakan, komitmennya mendukung penuh pengembangan pusat komunikasi bencana di daerah. “Kalau perlu sebelum diminta, SK-nya sudah kami tanda tangani. Kami sangat serius soal ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., mengungkapkan hingga 19 Agustus 2025, Indonesia telah mengalami 2.206 bencana alam.

Catatan BNPB, dominasi bencana yang terjadi yaitu hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem. Meski demikian, gempa bumi juga tercatat sebanyak 12 kali.

“Bencana tidak bisa kita prediksi kapan dan di mana, tapi kita bisa mengenali gejalanya dan memperkuat kesiapsiagaan. Di situlah peran komunikasi risiko menjadi sangat vital,” ujar Rustian.

IKLAN

Ia menekankan, komunikasi risiko harus secara inklusif, melibatkan seluruh unsur masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Yakni, pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media.

“BNPB terus mendorong penguatan sistem komunikasi kebencanaan, termasuk melalui kegiatan seperti hari ini,” tutupnya. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Back to top button