Pemerintahan

Komunikasi Jadi Kunci Penanganan Bencana, NTB Dorong Sistem Informasi Terintegrasi

Mataram (NTBSatu) – Komunikasi publik yang efektif menjadi kunci utama mengurangi dampak bencana. Hal ini Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal sampaikan dalam acara Bimbingan Teknis Peningkatan Efektivitas Komunikasi Risiko Bencana di Mataram, Selasa, 26 Agustus 2025.

“Komunikasi dalam kebencanaan bukan soal siapa yang paling pintar berbicara. Tapi soal siapa yang mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan bisa dipercaya oleh masyarakat,” tegas Iqbal dalam sambutannya.

Ia mengatakan, NTB merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia. Hampir seluruh jenis bencana pernah terjadi, mulai dari gempa bumi, banjir, kekeringan, hingga cuaca ekstrem.

Selain itu, NTB kerap disebut sebagai provinsi rawan bencana dengan potensi yang tinggi, namun tidak diimbangi dengan luas wilayah yang besar.

“Baru kemarin Mataram kebanjiran, dan hampir pasti Januari-Februari tahun depan Bima akan banjir lagi. Ini seperti masuk kalender tahunan. Jangan sampai banjir jadi agenda wisata,” ujarnya.

IKLAN

Minta Penanganan Tidak Reaktif

Iqbal menekankan, penanganan tidak bisa lagi bersifat reaktif. Perlu perbaikan besar di hulu, seperti pemulihan hutan dan tata ruang, agar daerah hilir tidak terus menerus menjadi korban. Namun, kunci dari semua upaya mitigasi itu tetap komunikasi.

“Masyarakat harus tahu risikonya sejak awal. Harus ada kesadaran kolektif. Dan itu dibangun lewat komunikasi yang strategis,” jelasnya.

Iqbal juga mengingatkan, pentingnya kanal komunikasi tunggal dalam kondisi krisis. Ia mencontohkan saat menjabat sebagai Duta Besar RI di Turki pada masa pandemi Covid-19. Negara-negara dengan penanganan terbaik bukan karena infrastruktur, melainkan karena memiliki sistem komunikasi satu pintu yang konsisten.

“Di Turki, setiap malam warga hanya mendengarkan satu suara, Menteri Kesehatan. Tidak ada informasi simpang siur. Rakyat jadi tenang,” katanya.

IKLAN

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Back to top button