Sumbawa

Bikin Bangga, Gadis Asal Sumbawa Jadi Lulusan Terbaik UGM dengan IPK Sempurna

Mataram (NTBSatu) – Stephani Gabriella Wijayawati, mahasiswi asal Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencetak prestasi gemilang setelah lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK sempurna 4.00.

Gadis berusia 21 tahun ini menjadi salah satu lulusan terbaik dari 3.664 mahasiswa program sarjana yang mengikuti prosesi wisuda di Grha Sabha Pramana pada Rabu, 26 Agustus 2025.

Rata-rata IPK lulusan periode ini tercatat 3,59, jauh di bawah capaian Stephani yang berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu empat tahun.

Stephani mengaku sangat bersyukur bisa menuntaskan pendidikan di usia muda dengan hasil yang membanggakan. Ia menilai pencapaian itu tidak lepas dari doa dan dukungan penuh orang tua.

“Sebenarnya perjuangan IPK 4.00 itu tidak sengaja, saya hanya berusaha untuk membanggakan orang tua saja dan mencoba menenangkan mereka bahwa saya diberi kesempatan untuk kuliah dan saya sudah menggunakannya sebaik mungkin,” ujarnya Stephani, Melansir laman resmi UGM, Jumat, 29 Agustus 2025

IKLAN

Meski sukses menorehkan prestasi, Stephani tak lupa bahwa banyak teman sebayanya di Sumbawa belum berkesempatan menempuh pendidikan tinggi. Beberapa bahkan harus berhenti kuliah karena kondisi ekonomi keluarga.

“Dari Sumbawa sendiri, masih sangat banyak anak yang tidak bisa kuliah atau bisa kuliah tapi berhenti di tengah-tengah karena ekonomi tiba-tiba susah. Saya mencoba mengingat bahwa setiap langkah saya di Pulau Jawa, orang tua saya membayar mahal. Sehingga tidak boleh bagi saya untuk semena-mena menggunakan kesempatan tersebut,” ucapnya.

Kecintaannya pada dunia hukum muncul karena ketertarikannya pada dinamika persidangan yang penuh kompetisi.

Menurutnya, fakultas hukum menawarkan banyak peluang kerja sekaligus memberikan tantangan menarik.

“Memenangkan perkara dalam sidang itu menjadi sesuatu yang menantang. Tapi selain itu, sebenarnya dari sisi lain fakultas hukum itu sangat versatile, ilmunya bisa untuk berbagai macam pekerjaan,” kata Stephani.

IKLAN

Merintis Karier di Firma Hukum

Dalam menempuh perjalanan akademik, ia selalu berpegang pada prinsip sederhana. Yaitu hidup harus memiliki tujuan baru baik saat sukses maupun gagal.

Ia bahkan terinspirasi filosofi legenda tenis Roger Federer, a point is just a point. Artinya, hidup harus terus berjalan tanpa larut dalam keberhasilan maupun kegagalan.

“Tapi harus selalu melanjutkan hidup dengan tujuan baru,” tegasnya.

Kini, Stephani mulai merintis karier di firma hukum ternama Assegaf Hamzah & Partners sebagai trainee associate.

Prestasi luar biasanya menjadi bukti bahwa anak muda dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Sekaligus inspirasi bahwa pendidikan adalah tanggung jawab yang harus dijalani sepenuh hati. (*)

Berita Terkait

Back to top button