Banjir Rendam 110 Hektare Sawah di Mataram, Petani Merugi-Pemkot Tidak Sediakan Ganti Rugi

Produksi Pangan Berpotensi Terganggu
Terkait potensi penurunan produksi pangan akibat gagal panen, Irwan menyatakan hingga saat ini pihaknya belum memperoleh laporan resmi atau prediksi dampak jangka panjangnya terhadap stok pangan Kota Mataram.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi para petani, agar lebih proaktif dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem di masa mendatang. Inilah pentingnya asuransi pertanian sebagai bentuk mitigasi,” ujarnya.
Koordinasi Bantuan Non Teknis dengan Dinas Sosial
Menanggapi kemungkinan adanya bantuan lain bagi para petani terdampak, Irwan menegaskan, bantuan seperti sembako atau kebutuhan dasar lainnya bukan menjadi ranah Dinas Pertanian. Melainkan tanggung jawab Dinas Sosial.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk penyaluran bantuan bagi petani yang terdampak. Untuk bantuan non teknis, hal itu akan ditangani oleh Dinsos,” jelasnya.
Irwan kembali mengimbau, agar seluruh petani baik secara perorangan maupun dalam kelompok segera mendaftarkan diri dalam program asuransi pertanian guna mengantisipasi risiko bencana serupa di masa mendatang.
“Kerugian seperti ini tidak kecil. Ketika sudah terjadi, tidak banyak yang bisa kami lakukan jika petani tidak terlindungi oleh asuransi. Maka dari itu, kami imbau agar segera ikut serta,” pungkasnya. (*)