HEADLINE NEWSHukrim

Profil Om Andi: Buruh Pikul Ayam yang Menjelma Jadi Sukses, Tersandung Kejahatan Seksual Anak

Mataram (NTBSatu) – Muhammad Andi Abdullah (51), sosok pengusaha yang sedang menggemparkan, terutama di kalangan pegiat perempuan dan anak. Bukan karena bisnis peternakannya yang sukses. Tapi perilakunya. Ia diduga menanam benih ke seorang anak SD hingga melahirkan.

Tinggal di Seganteng, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, warga mengenalnya dengan nama Haji Mudhlah.

Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi sebelumnya menyebut, pengusaha peternakan ini punya dua istri. Dari istri pertama, dikarunia 3 orang anak. Istri kedua mempunyai 4 orang anak.

Penelusuran NTBSatu kawasan tempat tinggalnya, Haji Mudlah memiliki dua orang istri. Istri pertama yang tinggal bersama saat ini. Merupakan asli orang Lombok. Sementara istri kedua, informasinya berasal dari Jawa.

“Iya dia punya dua istri. Istri keduanya dari Jawa,” kata perempuan penjual nasi goreng di lingkungan kediaman Haji Mudlah, Jumat, 11 Juli 2025.

IKLAN

Sementara suami dari ibu penjual nasi goreng ini menceritakan, Haji Mudlah disebut-sebut orang paling kaya di wilayah Seganteng, bahkan se-Kecamatan Cakranegara. Jika diamati secara visual, rumah Mudlah paling megah di antara yang lain di lingkungan tersebut.

Bukti lain disebut sebagai orang paling kaya di wilayah itu, dengan banyaknya lini usaha yang dia miliki.

Yang paling terkenal, dia adalah salah satu pengusaha ternak ayam. Nama perusahaannya Baling-baling Bambu. kantornya berada di Seganteng.

“Bisnis ternaknya ini sangat sukses. Bahkan yang menentukan harga ayam di Mataram ini adalah Dia (Mudlah),” kata pria paruh baya yang tidak ingin disebutkan namanya ini.

Selain sebagai pengusaha ternak ayam, Haji Mudlah juga merupakan pemilik coffe shop. Coffe shop tersebut bernama Lais Cafe. Terletak di Jalan Brawijaya, Seganteng, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Tepat berada di di samping Masjid Jami Qobatul Islam

IKLAN

“Bahkan, sederet bangunan yang berada di deretan Lais Cafe ini merupakan milik dia (Haji Mudlah) semua,” katanya.

Dengan sejumlah lini usaha dan kekayaannya tersebut, Haji Mudlah disebut sering pergi ke luar negeri, entah karena tujuan bisnis atau liburan. Negara-negara yang sering dia kunjungi terutama di Eropa.

“Informasinya, per tiga bulan itu wajib ke Eropa karena memang ada hadiahnya,” ujar pria tersebut.

Warga tersebut menceritakan, di Seganteng, Haji Mudlah terkenal dengan sosok yang dermawan dan baik hati. Ia menjadi salah satu donasi tetap untuk pembangunan Masjid Baiturrahim yang terletak di dekat rumahnya. Dia juga selaku Ketua Pengurus Masjid tersebut.

“Masjid itu (Baiturrahim) kalau tidak ada dia tidak jadi pembangunannya. Makanya dia melarang warga minta-minta di pinggir jalan untuk pembangunan masjid ini. Setiap ada yang kurang, dia yang langsung menyelesaikannya,” jelasnya.

Dengan kekayaan yang dia miliki, Haji Mudlah sering memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar. Bahkan hampir seluruh warga di Seganteng. Terutama saat bulan Ramadan dan Idulfitri.

“Baik istrinya, anak-anaknya sama-sama suka membagi. Apalagi ketika memasuki bulan puasa dan hari raya. Pokoknya langsung berjejeran uang dan sembako itu,” ujarnya.

Dikenal dermawan dan baik hati, Haji Mudlah sering memberikan hadiah Umrah kepada pelanggannya. Dalam setahun bisa 60 orang diberangkatkan Umrah olehnya.

“Tahun ini saja tidak ada Umrah. Biasanya tiap tahun dia memberikan hadiah Umrah kepada pelanggannya. Sekali diberangkatkan kadang 60 orang,” tambahnya.

Lantaran dikenal dermawan dan agamais, masyarakat mengaku terkejut saat dia ditetapkan sebagai tersangka kasus jual-beli anak. Padahal dalam kesehariannya, tidak ada tanda-tanda yang menunjukan perilaku menyimpang.

“Semua terkejut, kalau tidak ada kasus ini tidak kelihatan. Kita juga terkejut semua dengar kabar itu. Masyarakta merasa terenyuh ,” ujarnya.

1 2 3Laman berikutnya

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button