Dianggap Berpotensi Timbulkan Virus Bermutasi, Kemenkes RI Buka Suara Terkait Nyamuk Wolbachia
Mataram (NTB Satu) – Kementerian Kesehatan RI memberikan klarifikasi terkait penyebaran nyamuk wolbachia yang dianggap berpotensi menimbulkan virus bermutasi.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan kajian analisis risiko penelitian pengendalian dengue dengan teknologi wolbachia, khususnya di Yogyakarta sejak tahun 2016.
Berita Terkini:
- Pemkab Lombok Barat Bersiap Lelang Ratusan Kendaraan Dinas Tak Terpakai
- Awal 2026 Dibuka dengan Tekanan Biaya Hidup, Tarif Listrik dan Emas Picu Lonjakan Inflasi Sumbawa
- Kebijakan Lima Hari Sekolah di Mataram akan Disesuaikan Selama Ramadan
- Bupati Pathul Sebut Kasus Dugaan Keracunan MBG di Loteng Masih dalam Batas Wajar
“Ini agar penelitian pengembangan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia yang dilakukan di Yogyakarta dapat memperhatikan aspek keamanan dan kehati-hatian sebelum melakukan pelepasan berskala luas,” katanya pada hari Rabu, 15 November 2023, dikutip dari Liputan 6.
Selain itu, Kemenristek bersama Balitbangkes Kemenkes bahkan pakar inti independen ditugaskan untuk melakukan kajian analisis risiko. Tim inti tersebut beranggotakan lima orang yang berasal dari berbagai latar belakang.



