Awal 2024 Disambut Musim Hujan, Waspadai Sejumlah Potensi Penyakit
Mataram (NTBSatu) – Memasuki musim penghujan di awal tahun 2024, cukup rentan bagi seseorang untuk terserang penyakit. Hal tersebut karena perpindahan cuaca dari panas ke dingin ini membuat imun tubuh mengalami naik turun sehingga badan mudah sakit.
Musim hujan juga mempermudah mikroba berkembang biak, sehingga bisa masuk ke tubuh manusia.
Selain itu, daya tahan tubuh yang tidak maksimal semakin membuat bakteri dan virus berkembang hingga menyebabkan penyakit.
Beberapa penyakit yang harus diwaspadai pada saat musim penghujan:
- Diare
Penyakit yang menyebabkan frekuensi buang air besar meningkat dibandingkan biasanya, dikarenakan sering mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.
Berita Terkini:
- Tren Gangguan Mental di NTB Meningkat, Stres hingga Paparan Media Sosial Jadi Pemicu
- SMAN 1 Lingsar Hadapi Tantangan Infrastruktur dan Minimnya Fasilitas Digital
- Penetapan Kawasan Lindung Tiga Gili Disorot, Pemerintah Siapkan Rapat Lintas Kementerian
- Gubernur Iqbal Desak MUI NTB Aktif Tangani Isu Pelecehan Seksual di Pesantren
- Influenza atau flu
Flu atau infeksi ini menyerang pernapasan dan menyebabkan gejala seperti demam, batuk, pusing, sakit kepala dan tenggorokan. Walaupun tidak berbahaya tapi tidak untuk disepelekan. Flu terlalu lama bisa menyebabkan komplikasi seperti pneumonia.
- Demam berdarah dan malaria
Penyakit yang disebabkan oleh virus dibawa oleh nyamuk. Saat musim hujan perkembangbiakan nyamuk akan meningkat, baik perkembangan nyamuk demam berdarah atau malaria, penyakit ini sangat berbahaya yang bisa menyebabkan kematian.
- Demam Tifoid atau Tipes
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang masuk ke saluran cerna melalui mulut, esophagus, lambung, usus kecil, dan usus besar. Penyakit ini menimbulkan demam yang tinggi.
- Penyakit kulit
Saat hujan atau banjir banyak membawa bakteri yang bisa menyerang kulit, bakteri akan menyebabkan rasa gatal pada kulit.
Tak hanya bakteri, gatal pada kulit juga bisa disebabkan oleh jamur. Infeksi jamur kulit sering terjadi pada lipatan-lipatan tubuh. (WIL)



