Kesehatan

Angka Covid di Singapura Melonjak, Kemenkes Imbau Warga RI Pakai Masker di Luar Rumah

Mataram (NTBSatu) – Kasus covid-19 di Singapura kembali melonjak. Pasien di sejumlah klinik di Singapura meningkat dua kali lipat usai digempur gelombang Covid-19 akibat strain KP.1 dan KP.2. Tenaga kerja tambahan pun direkrut di klinik-klinik Singapura itu, termasuk penambahan fasilitas lain dan obat-obatan.

Diketahui, mayoritas pasien yang dirawat mengalami gejala gangguan pernapasan akut. Jaringan klinik Unihealth misalnya, mereka menerima dua kali lebih banyak pasien yang terinfeksi Covid-19 pada bulan ini dibandingkan April, yaitu sekitar 20 kasus per hari di masing-masing dari tiga gerainya yang berlokasi di Jurong, Toa Payoh, dan Yishun.

Penyebaran Covid yang masif di Singapura ini menjadi perhatian Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun mengeluarkan imbauan agar masyarakat kembali menjalani gaya hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker ketika beraktivitas diluar ruangan.

IKLAN

Menurut Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril, kebiasaan baik tersebut sudah terbukti dapat mencegah seseorang terinfeksi penyakit, termasuk Covid-19. Lalu, Apakah pemerintah bakal menerapkan sistem PPKM atau pembatasan kembali ?

“Perilaku hidup bersih dan sehat seperti rajin cuci tangan dan menjalankan etika batuk atau bersin yang tepat adalah langkah kewaspadaan dan pencegahan yang disarankan untuk saat ini,” kata Syahril dalam keterangan resminya, Rabu, 29 Mei 2024.

Berita Terkini:

Ia pun mengimbau agar masyarakat yang saat ini sedang sakit untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Lalu, jangan lupa pakai masker jika berada di luar rumah supaya tidak menularkan penyakit ke orang lain.

“Hindari kontak dengan banyak orang juga kalau memang lagi sakit. Ini perlu dilakukan agar tidak menularkan penyakit ke orang lain,” jelas Syahril.

Selain melakukan gaya hidup bersih dan sehat, langkah pencegahan lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi lengkap dan booster, terutama bagi kelompok usia lanjut atau orang dengan komorbiditas (penyakit penyerta).

“Kami juga mengimbau agar segera vaksinasi Covid-19 lengkap dan booster, terutama bagi kelompok usia lanjut dan orang dengan komorbiditas untuk mencegah penyakit,” kata Syahril. (STA)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button