Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Ingatkan Perempuan Jauhi Cowok Perokok, Risiko Kanker Naik 40 Persen

Jakarta (NTBSatu) – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan agar lebih berhati-hati dalam memilih pasangan, khususnya pria yang memiliki kebiasaan merokok.

Menurutnya, kebiasaan tersebut bukan hanya berdampak pada perokok aktif, tetapi juga membahayakan kesehatan pasangan yang terpapar sebagai perokok pasif.

Peringatan itu Menkes Budi Gunadi Sadikin sampaikan dalam program #BudiGemarSharing di akun Instagram pribadinya @bgsadikin pada Selasa, 13 Januari 2026.

Ia secara tegas menyebut, pria perokok sebagai tanda bahaya serius bagi perempuan. “Untuk para perempuan, jauhi cowok perokok. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar,” ujar BGS, sapaan akrab Menkes.

IKLAN

Ia menjelaskan, meski perempuan tidak merokok secara langsung, paparan asap rokok dari pasangan tetap dapat masuk ke dalam tubuh.

Asap tersebut dapat menempel di udara sekitar, pakaian, rambut, hingga kulit, sehingga tanpa disadari perempuan menjadi perokok pasif.

“Asap rokok itu bisa masuk ke tubuh tanpa disadari dan membuat kamu menjadi perokok pasif,” jelasnya.

Risiko Perempuan Jadi Perokok Pasif

Ia menegaskan, perempuan yang menjadi perokok pasif memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi. Baginya, risiko terkena kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan perokok pasif meningkat hingga 40 persen dibandingkan perempuan yang tidak terpapar asap rokok.

“Begitu jadi perokok pasif, risiko kanker payudara dan kanker serviks naik 40 persen. Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, membuat aktivitas harian kita jadi sulit, bahkan mendekatkan kita pada kematian,” katanya.

Meski demikian, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kabar baik terkait upaya pencegahan. Pemerintah saat ini menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh Puskesmas sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kanker pada perempuan yang memiliki faktor risiko.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengakses sejumlah pemeriksaan penting secara gratis, seperti pemeriksaan payudara klinis, pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat jaringan payudara, serta tes HPV DNA guna mendeteksi dini kanker serviks.

“Kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa skrining kanker lewat layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas. Semuanya gratis,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Budi Gunadi Sadikin mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk lebih peduli dan menyayangi diri sendiri dengan rutin memeriksakan kesehatan.

“Yuk sayangi diri sendiri dan cek kesehatan gratis dari sekarang. Salam sehat,” tutupnya. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button