IKLAN
Hukrim

Kaget Dipanggil KPK, Kontraktor asal Kota Bima ini Akui Bendera Dipinjamkan

Mataram (NTB Satu) – Satu per satu kontraktor proyek di Kota Bima memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga hari kedua, Rabu 12 Oktober 2022.

Salah satu kontraktor yang dipanggil KPK Tayeb, Direktur CV. Nurta Karya. Ia datang ke gedung BPKP NTB Pukul 16.30 Wita. Kepada ntbsatu.com, ia mengaku kaget dipanggil KPK. “Ya kaget juga, tiba tiba dipanggil (KPK, red),” kata Tayeb.

IKLAN

Rasa kaget Tayeb beralasan. Menurut dia, proyeknya sudah dianggap tuntas setelah pemeriksaan BPK jauh sebelumnya. “Kita dulu dipanggil BPK. Sudah kita diperiksa. Tapi ya dipanggil lagi,” ungkap Tayeb.

Meski begitu, ia tetap kooperatif memenuhi panggilan penyidik, bahkan ia sudah membawa dokumen dokumen yang dibutuhkan KPK.
Data yang dimaksud, rekening koran perusahaannya mulai tahun 2018 – 2021. Khusus panggilan untuk dirinya, diperiksa terkait proyek jembatan gantung di Kelurahan Sambinae tahun 2018.

Sedikit gambaran ia sampaikan, nilai proyeknya Rp600 Juta, dikerjakan atas dasar kontrak dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima. Proyek itu diklaim sudah tuntas, hanya saja Tayeb bukan sebagai pelaksana langsung.

Ia mengakui bendera perusahaannya dipinjam orang lain yang disebut namanya. “Ya namanya teman, dipinjam. Kan satu grup. Dipinjam oleh namanya pak Haris,” ujarnya kemudian bergegas masuk ke ruangan pemeriksaan.

Diperoleh informasi, ada empat perusahaan diklarifikasi hari ini, di antaranya CV. BL, CV. NJ dan CV. RB. Tiga perusahaan ini dimintai keterangan hampir bersamaan di ruangan yang sama, Rabu 12 Oktober 2022 di gedung BPKP NTB. Ini merupakan klarifikasi hari kedua setelah sebelumnya empat rekanan dipanggil.

Dari tiga perusahaan itu, dua orang terpantau keluar dari ruang pemeriksaan Pukul 13.00 dan Pukul 13.30 Wita. Direktur CV. BL inisial IJ sempat terlihat keluar dari koridor yang terhubung ke pintu utama. IJ terlihat mencari sesuatu dan sempat berinteraksi dengan Satpam BPKP, lantas masuk lagi ke ruang pemeriksaan.

Terlihat juga Direktur CV. NJ inisial MW bersama tiga orang rekannya keluar menuju gerbang gedung BPKP. Saat hendak diwawancarai, salah satu diantaranya mengisyaratkan agar mencoba bertanya langsung ke NW usai istirahat makan.

Sementara IJ yang sebelumnya sempat keluar, tidak terlihat lagi keluar seperti perwakilan perusahaan lainnya yang diperiksa penyidik KPK.

Dalam dokumen yang diperoleh, dua perusahaan ini masing masing jadi pemenang lelang dua paket proyek.
CV BL mendapat pengadaan listrik dan Penerang Jalan Umum (PJU) perumahan Jati Baru dengan nilai kontrak Rp 618.337.178 juta.

CV BL juga terkait dengan pengadaan mengadakan listrik dan PJU perumahan Oi Fo’o dengan nilai kontrak Rp 912.444.957 juta.

Sementara CV NJ melakukan pengerjaan jalan lingkungan perumahan Oi Fo’o dengan nilai kontrak Rp 5.321.521.292 miliar.

Perusahaan ini juga terkait dengan pengerjaan proyek SPAM Kelurahan Paruga dengan nilai kontrak Rp 571.733.000 juta.

Bagaimana keterkaitan dua perusahaan ini? , menurut Informasi, dua perusahaan ini dipakai benderanya oleh MM untuk mengepul setoran ke keluarga pejabat di Kota Bima. (HAK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button