NTB

Meski Musim Kemarau, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi di Hampir Seluruh NTB

Mataram (NTB Satu) – Saat ini, wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Indonesia secara keseluruhan sudah memasuki musim kemarau. Namun, potensi terjadinya hujan di sebagian besar wilayah NTB pada dasarian I bulan Juli 2022 terbilang masih tinggi. Meski demikian, curah hujan didominasi kategori rendah.

“Hujan dengan intensitas >20 mm/dasarian diperkirakan masih berpeluang terjadi hingga 80 persen, yaitu di Mataram, Lombok Barat, sebagian Lombok Tengah, sebagian kecil Lombok Timur, Sumbawa Barat, sebagian Sumbawa, Dompu, dan sebagian Bima,” ujar Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi NTB, Dewo Sulistio Adi Wibowo, Kamis, 30 Juni 2022.

IKLAN

Fenomena itu disebabkan oleh potensi peningkatan pembentukan awan (OLR) di wilayah sekitar NTB masih terjadi hingga saat ini. Selain itu dibarengi dengan kondisi La Nina yang masih aktif meski dengan indeks El Niño Southern Oscillation (ENSO) kategori lemah (ENSO :-0.72). Begitupun dengan Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) Negatif, sehingga potensi terjadinya hujan di bagian timur Samudera Hindia masih tinggi hingga Desember 2022.

“BMKG memprakirakan kondisi ENSO akan berlangsung pada kategori netral pada bulan Juli hingga September 2022,” imbuh Dewo.

Rata-rata anomali suhu muka laut sekitar wilayah NTB saat ini berada pada kategori hangat, di mana akan banyak menyuplai uap air menjadi awan hujan. Kondisi suhu permukaan laut tersebut yang diprakirakan akan terjadi hingga Oktober 2022.

Selain itu, suhu udara juga akan terasa lebih dingin dari sebelumnya. Hal ini merupakan imbas dari angin monsoon Australia yang bertiup menuju Asia dengan membawa udara dingin yang kering.

Karena itu masyarakat diminta mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang dan sebagainya. Masyarakat juga dapat memanfaatkan peluang adanya hujan ini dengan melakukan penampungan air guna mengantisipasi bencana kekeringan khususnya di wilayah-wilayah yang rentan kekeringan.

Prediksi tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi cuaca pada dasarian III Juni 2022, di mana hampir seluruh wilayah di NTB dilanda hujan dengan curah rendah (0 – 50 mm/das). Curah Hujan tertinggi terjadi di Desa Lenek Duren, Lombok Timur. Dengan curah hujan sebesar 65 mm/dasarian.

Sedangkan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di NTB umumnya dalam kategori sangat pendek, yaitu 1 sampai 5 hari. HTH terpanjang terpantau terjadi di wilayah Sape, Kabupaten Bima, sepanjang 28 hari atau dalam kategori panjang. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button