NTB

Gerakan Partisipatif dan Mandiri Harus Diperkuat dalam Pengelolaan Sampah

Mataram (NTB Satu) – Bank Sampah NTB Mandiri bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB gelar Lomba Lukis 100 Tong Komposter di Bank Sampah NTB Mandiri, Minggu, 12 Juni 2022 untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan tersebut, diharapkan dapat melahirkan gerakan yang partisipatif dan mandiri dalam mengelola sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Julmansyah, S.Hut., M.Ap., mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB mengapresiasi gerakan yang telah diinisiasi oleh Bank Sampah NTB Mandiri.

IKLAN

“Jika masyarakat telah berpartisipasi dan membangun secara mandiri, maka pembangunan dapat menghasilkan manfaat yang lebih,” ungkap Julmansyah, saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Bank Sampah NTB Mandiri harus didorong agar keberadaan sampah dapat diartikan sebagai berkah. Lomba Lukis 100 Tong Komposter merupakan peristiwa kemandirian dalam pengelolaan sampah. Oleh karena itu, seluruh kepala desa diharapkan dapat membangun bank sampah di desa masing-masing agar hasil produksi pupuk organik makin tinggi.

“Sentuhan artistik pada tong komposter yang sudah dilukis, diharapkan dapat mendorong masyarakat agar mengelola sampah secara mandiri,” terang Julmansyah.

Komunitas selalu memberikan energi ekstra. Semoga, seluruh bank sampah di NTB dapat terus menghasilkan kegiatan-kegiatan edukatif.

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Firmansyah M.Hut., mengatakan, mengelola sampah harus mudah, murah, serta sederhana. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terlibat dalam penanganan masalah sampah.

“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan secara personal. Permasalahan sampah harus diselesaikan secara komunal,” ungkap Firmansyah.

Setiap orang harus terlibat dalam mengelola sampah. Sebab, setiap orang aktif memproduksi sampah. Sampah adalah bagian dari tanggung jawab semua orang. “Semoga gerakan-gerakan positif dan edukatif terus lahir dalam penanganan masalah sampah,” pungkas Firmansyah. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button