DPD PDIP NTB Targetkan Seluruh Dapil Terisi di Pemilu 2029
Mataram (NTBSatu) – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi NTB telah bersiap untuk kontestasi Pemilu 2029, meski masih tiga tahun lagi.
Konsolidasi struktur partai hingga tingkat ranting disebut hampir rampung pada Mei 2026. Sejumlah daerah bahkan diklaim sudah mencapai 100 persen pembentukan kepengurusan hingga level terbawah.
Sekretaris DPD PDIP NTB, Hakam Ali Niazi menilai, dengan rampungnya struktur, mesin politik partai kini semakin solid menuju kontestasi Pemilu 2029. Fokus berikutnya penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan kader dan pembekalan internal.
“Struktural sudah selesai semua. Tinggal kita sekarang menyiapkan sumber daya manusia untuk meningkatkan kapasitas mereka,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 9 Mei 2026.
Selain konsolidasi organisasi, DPD PDIP NTB juga mulai memetakan calon potensial yang memiliki peluang menang di setiap Daerah Pemilihan (Dapil). Targetnya, seluruh Dapil dapat terisi di Pemilu 2029.
Sejumlah nama dari internal partai hingga tokoh eksternal, seperti pemuda dan tokoh agama disebut mulai dijajaki untuk direkrut. Meski begitu, proses penjaringan masih menunggu perkembangan revisi Undang-Undang Pemilu yang dinilai akan mempengaruhi strategi perekrutan politik ke depan.
Siapkan Figur dan Sasar Generasi Z
Hakam juga mengatakan, persiapan menuju Pemilu 2029 telah mencapai sekitar 60 persen. Tahapan saat ini berfokus pada pengenalan figur kepada masyarakat untuk mengukur respons publik sejak dini.
“60 persen lebih, kita sudah melakukan pemetaan, tinggal kita tawarkan calon tersebut di masyarakat, bagaimana tanggapan masyarakat. Kalau masyarakat umpamanya trennya bagus, jauh-jauh hari harus kita pasarkan calon tersebut. Tidak bisa mendadak terus kita calonkan,” jelasnya.
Tak hanya Pemilu legislatif, PDIP NTB juga mulai menyiapkan kader untuk menghadapi Pilkada di sejumlah kabupaten dan kota. Pihaknya mulai membangun komunikasi dengan tokoh eksternal, untuk menciptakan pasangan calon yang memiliki kecocokan dan peluang kemenangan lebih besar.
Di sisi lain, DPD PDIP NTB menilai, generasi muda akan menjadi faktor dominan pada Pemilu 2029. Karena itu, pihaknya mulai membuka ruang politik lebih luas bagi Generasi Z lewat pendekatan media sosial dan penguatan konten digital.
Menurutnya, partai politik harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pola komunikasi generasi muda. Hakam menilai, konten di media sosial kini menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun pengaruh politik dan mendorong elektabilitas.
“Kita juga harus adaptasi dengan kondisi ini, Kalau dia tidak bisa adaptasi dengan kondisi perubahan termasuk perubahan teknologi, juga kita harus antisipasi. Partai sudah menyiapkan sampai ke sejauh itu,” tambahnya.
DPD PDIP NTB berkomitmen, menghadirkan konten yang positif dan mendukung kemajuan daerah. Sekaligus meninggalkan narasi-narasi negatif dalam ruang politik digita. (Arum)




