Politik

Komisi V DPR RI Tinjau GOR Turide, Bahas Kesiapan Infrastruktur NTB Sambut PON 2028

Mataram (NTBSatu) – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke NTB, untuk meninjau kesiapan infrastruktur olahraga menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sekitar 30 anggota beserta tim pendamping Komisi V mengikuti peninjauan di GOR Turide, Kota Mataram.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memimpin langsung rombongan saat meninjau kondisi GOR Turide yang akan menjadi arena cabang olahraga atletik pada PON 2028.

IKLAN

Lasarus mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memetakan kebutuhan infrastruktur olahraga sekaligus menyusun langkah percepatan peningkatan fasilitas bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

“Kami datang melihat langsung kondisinya. Nanti kami berbicara dengan Pak Gubernur untuk menentukan langkah terbaik agar stadion ini siap digunakan,” kata Lasarus kepada wartawan, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menilai GOR Turide yang berdiri sejak era 1980-an sudah tidak memenuhi kebutuhan penyelenggaraan ajang olahraga berskala nasional.

Namun, Lasarus menegaskan pemerintah belum dapat membangun stadion baru sebelum PON 2028 karena waktu persiapan terlalu singkat.

Menurutnya, pembangunan stadion baru mengharuskan pemerintah merobohkan seluruh bangunan lama terlebih dahulu.

“Karena prosesnya itu membutuhkan waktu lebih panjang, sehingga tidak memungkinkan selesai sebelum PON,” tambahnya.

Karena itu, Komisi V DPR RI mendorong pemerintah memprioritaskan renovasi GOR Turide. Renovasi akan berfokus pada perbaikan lintasan atletik dan penataan tribun penonton agar memenuhi standar pertandingan.

“Kalau mengejar PON, kami renovasi dulu supaya layak. Yang paling penting lintasan atletik, sedangkan tribun cukup kami rapikan,” ujarnya.

Butuh Rp700 Miliar

Setelah PON 2028 berakhir, pemerintah akan melanjutkan revitalisasi menyeluruh terhadap kompleks GOR Turide. Perkiraan awal kebutuhan anggaran pembangunan stadion baru mencapai sekitar Rp700 miliar.

Lasarus menjelaskan tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum masih menghitung kebutuhan anggaran sehingga pemerintah belum menetapkan nilai pasti proyek tersebut.

Ia mengatakan kawasan GOR Turide memiliki lahan sekitar 11 hektare. Luasan itu memungkinkan pemerintah mengembangkan stadion sepak bola, lintasan atletik, serta sejumlah venue olahraga lain dalam satu kawasan.

Lasarus menambahkan pemerintah pusat dan Pemprov NTB akan membahas skema pembiayaan proyek tersebut. Ia menilai APBN menjadi sumber pendanaan utama karena kemampuan APBD NTB belum mencukupi.

“NTB sudah menjadi tuan rumah PON 2028. Tidak ada alasan untuk tidak menyelesaikan kebutuhan infrastruktur olahraga ini,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait