Pendidikan

LP3IK UMMAT Gelar Baitul Arqam Ormawa, Teguhkan Ideologi Kader sebagai Penggerak Dakwah Kampus

Mataram (NTBSatu) – Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Baitul Arqam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa). Kegiatan ini mengusung tema “Internalisasi Ideologi Pengurus ORMAWA sebagai Penggerak Dakwah Kampus UMMAT.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026, bertempat di Gedung BGTK NTB.

Baitul Arqam Ormawa ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMMAT. Meliputi BEM, DPM, BEM tingkat fakultas, serta 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui kegiatan ini, para pengurus Ormawa mampu memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meneguhkan komitmen dakwah. Serta, menjadi teladan dalam membangun budaya kampus yang Islami dan berkemajuan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Sahril, M.Pd., yang juga Ketua Divisi Dakwah dan Kaderisasi LP3IK UMMAT menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas LP3IK dalam membina kader mahasiswa. Menurutnya, pengurus organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai penggerak aktivitas mahasiswa, sehingga perlu memiliki fondasi ideologi yang kuat.

IKLAN

“Program ini bertujuan agar mahasiswa di tingkat Ormawa mampu menginternalisasi ideologi Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut perlu tertanam dalam seluruh unsur organisasi, baik UKM, BEM, maupun DPM. Dengan begitu, pengurus Ormawa tidak hanya aktif secara kelembagaan. Namun juga memiliki arah gerakan yang selaras dengan dakwah kampus dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala LP3IK UMMAT, Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., menegaskan, Baitul Arqam Ormawa menjadi ruang penting untuk menguatkan kembali kesadaran keislaman, kemuhammadiyahan, dan tanggung jawab moral mahasiswa. Ia menyampaikan , aktivitas mahasiswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, mengkritisi persoalan internal maupun eksternal kampus, serta terlibat langsung di lapangan merupakan hal yang positif selama melakukannya dengan cara yang baik dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Perdalam Pemahaman Agama

Menurutnya, di antara banyaknya hari yang diisi dengan aktivitas akademik dan organisasi, perlu ada waktu khusus yang digunakan untuk memperdalam pemahaman agama, menguatkan ideologi, serta mengembalikan khittah mahasiswa sebagai muslim dan bagian dari warga Persyarikatan Muhammadiyah.

IKLAN

“Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang berangkat ke medan perjuangan, tetapi harus ada sebagian yang memperdalam pemahaman agama. Karena itu, Baitul Arqam ini menjadi ruang khusus bagi para pengurus Ormawa untuk kembali belajar, memperkuat pemahaman, dan meneguhkan peran mereka sebagai kader dakwah di kampus,” jelasnya.

Dr. Anugrah juga menekankan, para pengurus Ormawa yang mengikuti kegiatan ini bukan karena belum memahami akidah atau nilai-nilai keislaman. Justru, mereka mendapat ruang pembinaan yang lebih spesifik karena memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggerakkan organisasi dan membangun iklim kampus.

“Rekan-rekan Ormawa adalah aktor penting dalam kehidupan kampus. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang penguatan yang lebih khusus agar benar-benar mampu menjadi agen dakwah Islam dan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Baitul Arqam Ormawa tidak boleh berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nyata. Sehingga nilai-nilai yang mereka peroleh selama kegiatan dapat mereka terapkan dalam program kerja Ormawa, budaya organisasi, serta kehidupan mahasiswa sehari-hari.

Perlu Fondasi Keislaman

Wakil Rektor IV UMMAT, Dr. TGH. Zaenudin, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan, penguatan spiritual dan ideologi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter, penguatan iman, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Sebagai bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah, ia menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak, keimanan, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap tujuan Persyarikatan.

“Muhammadiyah memiliki tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu, mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang memiliki iman kuat, akhlak baik, dan komitmen terhadap dakwah,” ujarnya.

Dr. TGH. Zaenudin juga menjelaskan, seluruh mahasiswa UMMAT telah mendapat pembekalan dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui berbagai proses pembelajaran dan pembinaan, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa (BAMA). Namun, bagi pengurus Ormawa, penguatan tersebut perlu ada peningkatan melalui Baitul Arqam Ormawa karena mereka memiliki peran strategis sebagai pemimpin mahasiswa.

“Mahasiswa sudah mendapatkan pembinaan AIK, termasuk Baitul Arqam Mahasiswa. Namun, pengurus Ormawa perlu mendapatkan penguatan lanjutan agar mereka mampu menjadi teladan, penggerak, dan penyambung nilai-nilai dakwah di lingkungan kampus,” jelasnya.

Amanat BPH UMMAT

Bendahara BPH, Drs. Ardi Syamsuri, yang mewakili Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, turut memberikan amanat kepada peserta. Ia menyampaikan, kegiatan Baitul Arqam Ormawa merupakan kegiatan mulia karena berorientasi pada pembinaan kader dan penguatan nilai-nilai tauhid.

Ia menyebut para peserta sebagai orang-orang terpilih yang sedang dipersiapkan menjadi kader Persyarikatan. Namun, untuk menjadi kader yang kuat dan militan, setiap peserta harus bersedia menjalani proses pembinaan secara sungguh-sungguh.

“Para peserta adalah orang-orang pilihan yang kita siapkan untuk menjadi kader. Untuk menjadi kader yang militan, tentu perlu proses. Kita sebagai manusia sering lupa, maka perlu terus-menerus kita ingatkan. Dalam QS. Ar-Rahman, Allah mengulang berkali-kali kalimat fabi ayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus kita lakukan,” pesannya.

Drs. Ardi Syamsuri menegaskan bahwa hal utama yang harus tertanam dalam diri seorang kader adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Menurutnya, ideologi menjadi dasar dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan gerakan mahasiswa.

“Yang pertama harus tertanam dalam diri kita adalah ideologi, terutama yang berkaitan dengan tauhid. Jika fondasi itu kuat, maka kader akan memiliki arah gerakan yang jelas dan tidak mudah goyah,” tegasnya.

Melalui kegiatan Baitul Arqam Ormawa ini, LP3IK UMMAT berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, integritas moral, wawasan kemuhammadiyahan, serta komitmen kuat untuk menggerakkan dakwah kampus.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar UMMAT dalam membangun ekosistem kampus Islami dan berkemajuan, dengan menempatkan pengurus Ormawa sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa. (*)

Artikel Terkait

Back to top button