AdvertorialPendidikan

Konseling Kelompok Dosen Unram Turunkan Stres Akademik Mahasiswa hingga 27 Persen

Mataram (NTBSatu) – Tim dosen lintas program studi Universitas Mataram (Unram) menggelar konseling kelompok untuk membantu mahasiswa FKIK mengelola stres akademik.

Kegiatan berlangsung di Gedung Program Studi Farmasi Unram pada 11 hingga 18 April 2026 dan melibatkan mahasiswa penyusun skripsi.

Program tersebut merupakan bagian pengabdian kepada masyarakat bertajuk BERCANDA: Behaviour Counseling Group to Reduce Academic Stress and Drug Abuse.

IKLAN

Ketua tim, apt. Candra Eka Puspitasari, S.Farm., M.Sc., mengatakan program menyasar mahasiswa Farmasi yang mengalami indikasi stres akademik.

“Tim mengawali kegiatan melalui pelatihan Komunikasi Interpersonal untuk Coping Stress Akademik pada 11 April 2026 di lingkungan kampus,” ujarnya.

Dosen Ilmu Komunikasi Unram, Aurelius R.L. Teluma, S.S., M.A., memfasilitasi pelatihan tersebut bersama moderator apt. Tri Purma Sari.

IKLAN

Melalui pelatihan itu, tim mendorong mahasiswa meningkatkan kemampuan komunikasi agar hubungan dengan dosen pembimbing berjalan lebih baik.

Kemampuan komunikasi interpersonal dinilai penting untuk membantu mahasiswa menghadapi tekanan selama proses penyusunan skripsi yang cukup panjang.

Pada tahap berikutnya, tim menggelar konseling kelompok menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) bersama dua psikolog Universitas Mataram.

Dua psikolog tersebut yakni Irma Santika Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Baiq Safitri Lestari, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Tim membagi peserta ke dalam dua kelompok kecil agar diskusi berlangsung lebih intensif dan membuka ruang berbagi pengalaman.

“Dalam diskusi tersebut, peserta mengidentifikasi sumber stres, bertukar pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai kendala akademik,” jelas salah satu tim.

Gandeng Mahasiswa

Tim juga menggandeng mahasiswa rekan sebaya FKIK sebagai fasilitator untuk menciptakan suasana diskusi yang lebih konstruktif.

Mahasiswa fasilitator tersebut terdiri dari Amalia Roziqin Izzati, Gusti Ayu Eka Radha Ardhinia, Bakhraeni, Siti Hamida Rahayu Tsania, dan Nachwa Humaira Al-Hidayah.

Menurut tim pelaksana, pendekatan konseling kelompok membuat peserta lebih nyaman menyampaikan perasaan dan persoalan selama menyusun skripsi.

“Hasil evaluasi menunjukkan program tersebut berhasil menurunkan skor Educational Stress Scale for Adolescents atau ESSA hampir tujuh persen,” kata tim pelaksana.

Salah satu peserta bahkan mencatat penurunan skor stres akademik hingga 27 persen, menjadi capaian tertinggi program tersebut.

Tim berharap konseling kelompok lintas disiplin dapat membentuk perilaku positif mahasiswa dalam mengelola tekanan akademik.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan skripsi secara lebih sehat, produktif, dan tepat waktu. (*)

Artikel Terkait

Back to top button