Bang Hafiz Buktikan Kekuatan Media Sosial untuk Jual Motor Bekas
Lombok Timur (NTBSatu) – Muhammad Irjan atau yang dikenal sebagai Bang Hafiz membuktikan media sosial mampu mendongkrak penjualan motor bekas. Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kini memiliki sekitar 280 ribu pengikut itu mengaku mengawali semuanya dengan rasa malu.
Bang Hafiz mulai membuat konten setelah melihat penjual motor bekas di Pulau Jawa lebih dulu memanfaatkan media sosial. Ia kemudian memberanikan diri tampil di depan kamera meski awalnya kaku saat berbicara.
“Awalnya malu sekali. Saya tidak biasa bicara di depan kamera. Pelan-pelan saya belajar sampai akhirnya bisa seperti sekarang,” ujarnya kepada NTBSatu, kemarin.
Menurut Bang Hafiz, media sosial kini menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha. Penjual yang enggan mengikuti perkembangan digital tetap bisa berjualan, tetapi akan lebih sulit memperluas pasar.
Ia merasakan sendiri perubahan itu. Konten membuat jangkauan pembelinya meluas hingga ke luar daerah.
Kepercayaan pelanggan juga meningkat karena, mereka bisa melihat langsung penjual dan kondisi motor yang ditawarkan.
“Pertumbuhannya luar biasa. Jangkauan lebih luas dan orang lebih percaya karena melihat langsung siapa yang menjual motornya,” katanya.
Bang Hafiz selalu mengunggah dokumentasi setiap transaksi. Ia memperlihatkan proses serah terima motor hingga layanan tambahan yang diberikan kepada pembeli.
Untuk transaksi daring, ia juga mengajak calon pembeli melakukan panggilan video lebih dulu agar terhindar dari penipuan.
Ia mengajak pelaku usaha maupun kreator pemula agar tidak takut tampil di depan kamera. Menurutnya, kehadiran penjual dalam konten menjadi salah satu cara membangun kepercayaan konsumen.
Pentingnya Konsistensi
Bang Hafiz juga mengingatkan kreator agar tidak terpaku pada jumlah penonton. Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada mengejar angka. Satu konten yang menarik bisa membuka peluang mendapatkan lebih banyak pengikut dan pembeli.
Saat merintis akun media sosialnya, Bang Hafiz membuat konten berburu uang dengan menyembunyikan uang di sejumlah lokasi. Konten itu meraih jutaan penonton dan mempercepat pertumbuhan jumlah pengikutnya.
Ia juga mendorong kreator pemula untuk terus belajar dari karya orang lain. Menurutnya, meniru ide yang positif merupakan bagian dari proses belajar selama tidak merugikan atau menjatuhkan pihak lain. (*)




