Hukrim

Tetangga Kos Dengar Teriakan Sebelum Mahasiswi Unram Ditemukan Meninggal

Mataram (NTBSatu) – Kabut misteri masih menyelimuti kepergian mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinsial NDR. Di balik penemuan tragis tersebut, terselip cerita dari rekan-rekan kos yang juga ditetapkan sebagai saksi.

Zara (nama samaran) mengaku, tidak menaruh kecurigaan ketika melihat sepeda motor milik NDR tidak terparkir di depan kamar kosnya. Ia mengira, NDR sedang berpergian ke luar.

“Saking kita nggak nyangka bakal ada kejadian kayak gitu, kita nggak curiga sama sekali. Kirain almarhumah pergi ke mana gitu soalnya sering nugas, rutinitas biasa mahasiswa. Apalagi lihat motornya nggak ada. Karena patokannya kita itu, kalau dia ada motornya berarti ada almarhumah di sana (kamar kosnya),” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 22 Mei 2026.

IKLAN

Sebelum detik-detik penemuan mengejutkan pada Minggu malam, 17 Mei 2026 terjadi, salah seorang tetangga kos yang kamarnya persis di samping Timur kamar NDR mengungkap, ada beberapa keanehan. Namun, tanda-tanda tersebut ia abaikan karena tidak berpikir jauh.

Hal tersebut oleh rekan lainnya sampaikan, Meli (nama samaran) karena rekannya masih dalam keadaan terpukul. Meli mengatakan, rekannya sempat samar-samar mendengar suara teriakan di hari Sabtu dini hari, 16 Mei 2026.

“Kalau yang samping persis kamarnya itu memang sempat dengar ada yang teriak gitu, samar-samar. Tetapi nggak terlalu digubris, karena ngiranya itu teman-teman lagi main atau ngumpul kerjain tugas biasa,” jelasnya.

IKLAN

Ia menambahkan, rekannya sempat mencium aroma tak sedap saat berdiri di depan kamarnya pada Minggu sore, 17 Mei 2026. Namun, lagi-lagi ia tidak menaruh curiga karena masih berpikir positif. Terlebih, kucing-kucing liar sering mendatangi lingkungan kos sering, sehingga mengira aroma itu berasal dari kotoran kucing.

“Memang ngerasa sebelum kita tahu almarhumah di dalam, pas berdiri di depan kamar ada kecium bau sedikit-sedikit. Tetapi teralihkan sama kotoran kucing, kita masih positif thinking (berpikir positif, red). Teman yang di sebelah juga sempat bilang ‘kayak bau bangkai nih’, kita coba cari sampai ke selokan tetapi nggak ada apa-apa,” tambahnya.

Sempat Melihat NDR Jumat Malam

Meli sendiri mengaku, ia sempat melihat NDR pada Jumat malam, 15 Mei 2026 saat hendak masuk ke kamar kosnya setelah dari luar.

“Di Jumat malam itu, saya sempat lihat dia baru pulang banget. Kalau nggak salah ingat pakai kardigan warna krem dan helm, mau masuk ke kamarnya. Sekitar jam 11 malam, saya mau parkir motor (tepat di sebelah Barat kamar NDR),” ucapnya.

Ia mengaku, NDR masuk hanya dengan helmnya, tidak terlihat membawa sepeda motor miliknya. “Itu dia masuk pakai helm aja dan mau langsung masuk kamar, nggak kelihatan parkir motor,” imbuhnya.

Pada hari penemuan jasad, lampu kamar terlihat padam. Para saksi mengatakan, saat saudara NDR datang untuk memastikan keberadannya, pintu diketuk beberapa kali tetapi tidak ada jawaban.

Zara mengatakan, melihat kejadian tersebut, ia yang tengah duduk bersama beberapa rekan lain menyarankan untuk mengetuk pintu bagian belakang kos. Namun nihil, aksi tersebut tetap tidak mendapat respons dari dalam.

Setelah beberapa saat, mereka memutuskan untuk memeriksa lewat lubang ventilasi dengan bantuan kamera handphone. Melihat hasil rekaman, semuanya terkejut melihat NDR yang sudah terbujur kaku dan langsung memanggil RT dan Kepala Lingkungan. (Ashri)

Artikel Terkait

Back to top button