Sumbawa

Panen Raya Jagung Dikebut, Bupati Jarot Kawal Harga dan Penyerapan Petani

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. Syarafuddin Jarot bergerak cepat mengantisipasi dampak panen raya jagung. Ia memimpin rapat koordinasi penyerapan hasil panen, guna menjaga stabilitas harga dan melindungi petani di Kabupaten Sumbawa.

Bupati Jarot menegaskan, tantangan utama saat panen raya bukan sekadar harga jual, tetapi kepastian pasar bagi hasil produksi petani. “Persoalannya bukan hanya soal harga, tetapi juga kepastian penyerapan. Jagung petani harus jelas mau dijual ke mana,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya Bulog sempat mengalami keterbatasan kapasitas gudang, sehingga proses penyerapan hasil panen berjalan tidak maksimal. Kondisi itu berdampak langsung terhadap kestabilan harga di tingkat petani.

IKLAN

“Dulu kapasitas gudang sangat terbatas, sehingga Bulog harus mencari gudang tambahan agar penyerapan tetap berjalan,” jelasnya.

Namun demikian, menurut Bupati Jarot, kondisi saat ini mulai membaik berkat sinergi lintas sektor dalam menjaga distribusi dan penyerapan hasil panen. “Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, sistem penyerapan mulai berjalan lebih normal dibanding sebelumnya,” katanya.

Bupati Jarot juga memberikan apresiasi kepada Bulog, aparat keamanan, OPD, dan pelaku usaha karena telah aktif menjaga stabilitas selama musim panen raya berlangsung. “Situasi tahun ini jauh lebih kondusif. Keluhan petani terkait harga dan penyerapan mulai berkurang,” ungkapnya.

Potensi Produksi Capai 3.000 Ton

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, luas panen jagung pada Mei mencapai sekitar 570 hektare dengan potensi produksi sekitar 3.000 ton. Pekiraan produksi mencapai sekitar 1.900 ton pada Juni dan kembali meningkat menjadi sekitar 3.000 ton pada Juli.

Sementara itu, kapasitas gudang penyimpanan masih relatif aman. Sejumlah gudang Bulog maupun gudang swasta mitra penyerapan, masih memiliki ruang penyimpanan yang memadai.

Data Bulog Sumbawa menunjukkan, target penyerapan jagung 2026 mencapai sekitar 9.600 ton. Hingga awal Mei, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 6.500 ton.

Bupati Jarot juga menambahkan, pemerintah daerah akan terus menjaga koordinasi agar harga tetap stabil dan petani tidak rugi saat produksi melimpah. “Kita ingin harga tetap stabil, penyerapan berjalan baik, petani terlindungi, dan pelaku usaha tetap bisa menjalankan usahanya,” tambahnya.

Ia berharap, komunikasi antarinstansi dan seluruh pihak terkait terus diperkuat agar persoalan distribusi dan pemasaran hasil panen dapat diatasi lebih cepat. “Kalau koordinasi berjalan baik, maka stabilitas harga dan kepastian pasar untuk petani bisa terus kita jaga,” ungkapnya.

Langkah ini menjadi bagian Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menjaga kesejahteraan petani jagung di tengah tingginya produksi saat panen raya. (Marwah)

Artikel Terkait

Back to top button