NTBPeristiwa

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, KSOP Padangbai Rilis Manifes 114 Penumpang

Mataram (NTBSatu) – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin mengalami insiden kebakaran saat berlayar di perairan Selat Lombok dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026.

Otoritas pelabuhan mencatat, sebanyak 114 penumpang dan 17 Anak Buah Kapal (ABK) berada di atas kapal saat peristiwa tersebut berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Padangbai, Heri Wiyanto menjelaskan, seluruh awak kapal yang bertugas, termasuk nakhoda, terdaftar secara resmi dalam Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

IKLAN

Pihak KSOP Padangbai juga memastikan kapal telah memenuhi seluruh persyaratan kelaiklautan dan prosedur keselamatan teknis sebelum bertolak dari dermaga.

​”Untuk jumlah manifes, untuk penumpang 114, terdiri dari sopir dan penumpang kendaraan sebanyak 44, penumpang R2 (roda 2) sebanyak 53. Terus penumpang jalan kaki sebanyak 17, itu yang tercantum di manifes,” ujarnya, mengutip KompasTV pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Proses Evakuasi dan Investigasi Penyebab Kebakaran

Otoritas pelabuhan memprioritaskan keselamatan seluruh penumpang dengan mengerahkan kapal-kapal penyeberangan yang sedang melintas di jalur Padangbai-Lembar untuk melakukan pertolongan mendesak.

KSOP Padangbai terus berkoordinasi secara intensif dengan KSOP Lembar. Hal ini bertujuan untuk mengawal jalannya evakuasi di tengah perairan serta menyelidiki pemicu awal timbulnya api.

​”Perlu kami sampaikan untuk kapal sebelum berangkat sudah kami pastikan untuk kelaiklautan kapal tersebut, baik teknis maupun keselamatan lainnya,” ujar Heri.

​Oleh karena itu, petugas gabungan di lapangan mengarahkan kapal penyeberangan terdekat untuk mendekati titik lokasi KMP Putri Yasmin. Selanjutnya, langkah penanganan awal fokus memindahkan seluruh penumpang dan awak kapal secara bertahap menuju tempat yang lebih aman.

Pembukaan Posko Layanan dan Pemeriksaan Kesehatan

Guna mengantisipasi dampak insiden tersebut, pihak otoritas pelabuhan langsung mendirikan posko tanggap darurat di dua titik utama, yakni Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi resmi bagi masyarakat dan keluarga korban yang menunggu kepastian kondisi penumpang.

​”KSOP Padangbai juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyiapkan cek kesehatan bagi penumpang guna memastikan penumpang tersebut dalam keadaan sehat,” kata Heri.

​Sejumlah anggota keluarga penumpang telah mendatangi posko layanan sejak Rabu pagi. Petugas medis gabungan disiagakan di area kedatangan untuk memberikan penanganan medis darurat dan pemeriksaan fisik.

Selain itu, petugas medis juga bersiaga untuk melakukan pendampingan bagi para penumpang yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. (*)

Artikel Terkait