Ekonomi BisnisLombok Timur

Beras Bapang Dikeluhkan Warga, Bulog Lombok Timur Beri Penjelasan

Lombok Timur (NTBSatu) – Beras program Bantuan Pangan (Bapang) menjadi perbincangan warga Lombok Timur. Sejumlah warga menyoroti kualitas beras yang mereka peroleh dari program tersebut.

Warga mengeluhkan aroma, warna, hingga rasa beras. Mereka menemukan beras berwarna kekuningan hingga kehitaman, bercampur menir, serta mengeluarkan bau apek.

Opik, salah seorang penerima manfaat, mengaku menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram pada Selasa, 25 Agustus 2026.

IKLAN

Saat membuka karung bantuan, Opik langsung melihat kondisi beras yang menurutnya kurang layak. Ia menemukan campuran menir dan perubahan warna pada beras. Aroma apek juga langsung tercium.

“Selasa kita terima beras itu. Cuma kualitasnya mungkin bisa ada perbaikan, apalagi ini yang nerima masyarakat,” ujarnya, Selasa, 1 September 2026.

Opik bukan satu-satunya warga yang menyampaikan keluhan. Sejumlah warga lain juga menemukan kondisi serupa. Mereka membagikan foto dan informasi mengenai beras tersebut melalui media sosial.

IKLAN

Keluhan warga itu kemudian mendapat respons dari Bulog Lombok Timur.

Pimpinan Cabang Bulog Lombok Timur, Dindy Wida mengatakan, pihaknya telah menghubungi sejumlah warga yang mengunggah keluhan tersebut. Bulog juga meminta penjelasan mengenai kondisi beras dalam unggahan mereka.

“Postingan sengaja dibuat gantung karena tujuannya untuk mengejar target FB Pro dan berharap banyak komentar,” kata Dindy saat dikonfirmasi, Selasa, 1 September 2026.

Dindy juga menyoroti foto dalam salah satu unggahan. Menurutnya, warga mengambil foto tersebut di dalam rumah, bukan ketika beras masih berada dalam kemasan.

Bulog Jaga Kualitas Beras

Dindy menegaskan, Bulog menempatkan kualitas beras sebagai prioritas dalam program Bantuan Pangan.

Bulog memeriksa kualitas beras sejak berada di gudang hingga proses distribusi. Pihaknya juga menggandeng transporter untuk menjaga kondisi beras selama perjalanan.

Setelah transporter mengirim beras ke desa, pemerintah desa bertanggung jawab menyimpan dan membagikan bantuan kepada masyarakat.

Bulog juga meminta Penerima Bantuan Pangan (PBP) segera melapor jika menemukan beras yang tidak sesuai standar.

Bulog akan mengganti beras tersebut pada kesempatan pertama. Petugas kemudian menelusuri jalur distribusi untuk mencari titik yang menyebabkan kualitas beras menurun.

“PBP menerima beras yang tidak layak, Bulog bertanggung jawab penuh untuk menggantinya pada kesempatan pertama,” ujarnya.

Bulog juga akan mengevaluasi titik penyimpanan dan distribusi jika laporan serupa kembali muncul. Langkah itu bertujuan memastikan masyarakat memperoleh beras sesuai standar Bantuan Pangan. (*)

Artikel Terkait