Lombok Timur

282 Hektar Hutan Lindung Sembalun Hangus dalam Tiga Hari, Aktivitas Pemburu Jadi Pemicu

Mataram (NTBSatu) – Kebakaran yang melanda kawasan Hutan Lindung Sembalun berhasil padam sepenuhnya pada Kamis sore, 11 Juni 2026.

Upaya pemadaman gabungan ini berlangsung hingga hari ketiga dengan mencakup di tiga bukit utama. Mencakup Bukit Sempana, Plengkeran, dan Bukit Jaran Kurus.

Berdasarkan laporan dari Kasi Pengaman, Konservasi, Sumberdaya Alam dan Ekosistem (PKSDAE), Lalu Iskandar, api sudah berhasil padam setelah tiga hari.

IKLAN

“Titik penyebaran api sebagian besar sudah dapat dipadamkan. Selanjutnya berangsur-angsur mempersempit penyebaran luas lahan yang terbakar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.

Berdasarkan keterangan Iskandar, total luas kawasan hutan lindung yang terbakar mencapai kurang lebih 282 hektar. Api dengan cepat melahap vegetasi di area tersebut, dengan semak belukar, savana, ranting kering, hingga pepohonan jenis cemara yang mendominasi.

Wilayah yang terdampak dari kebakaran ini sempat meluas hingga beberapa Resort Pengelolaan Hutan (RPH). Meliputi empat kecamatan, meliputi Kecamatan Sembalun, Suela, Pringgabaya, dan Sambelia.

IKLAN

Kendala Medan Ekstrem

Petugas melakukan proses pemadaman sejak Kami pagi, pukul 08.00 Wita, dengan melibatkan setidaknya 49 personel gabungan.

Petugas sempat mengalami kesulitan dalam mempercepat proses pemadaman karena keadaan geografis yang tidak mendukung. Medan bukit yang terjal dengan tingkat kemiringan ekstrem membuat petugas sulit menjangkau beberapa titik api.

Petugas akhirnya harus membagi tim menjadi tiga kelompok, dan mengandalkan peralatan manual perorangan seperti parang, kepyok, serta jet shooter. Mereka juga membuat sekat bakar untuk melokalisasi api.

Indikasi Perburuan Liar

Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun dugaan sementara mengarah pada aktivitas manusia. Salah satunya adalah adanya perburuan liar yang masih ada di sekitar wilayah RPH Sembalun.

Duggan ini semakin kuat setelah kesaksian dari salah seorang pengunjung yang tengah berkemah di sekitar lokasi. Ia mengaku melihat titik awal kemunculan api.

Selanjutnya, keadaan ini semakin parah karena faktor alam berupa cuaca panas ekstrem yang berkepanjangan, serta hembusan angin kencang. Hingga akhirnya kobaran api semakin meluas di area savana yang kering.

Terakhir, Iskandar memastikan seluruh sumber api sudah padam total pada pukul 14.55 Wita setelah tim melakukan penyisiran akhir di lokasi. Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. (*)

Artikel Terkait