Pemkab Lombok Timur Siap Jalankan Lima Rekomendasi UNESCO untuk Geopark Rinjani
Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun pada Sabtu malam, 2 Mei 2026.
Hal ini menandakan Pemkab Lombok Timur kembali menyelamatkan aset daerah, sekaligus memperkuat posisi tawar kawasan tersebut, di kancah internasional.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik mengatakan, langkah ini merupakan bagian yang sangat strategis. Setelahnya, ia memastikan Geopark Rinjani mempertahankan status Green Card dari UNESCO hingga 2029 mendatang.
“Bangunan Pusat Informasi Geopark Rinjani merupakan aset milik Pemerintah Daerah Lombok Timur yang sempat mengalami ketidakjelasan fungsi. Namun saat ini berfungsi sebagai pusat data terintegrasi,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, juga turut meresmikan tempat tersebut. Ia menekankan pentingnya integrasi data, serta informasi di lokasi tersebut.
Iqbal menilai, adanya pusat informasi ini sangat krusial sebagai syarat pemenuhan standar pengelolaan kawasan geologi dunia. Karena sebelumnya sempat terhambat akibat dampak gempa pada 2018 silam.
Penyelamatan Aset dan Manajemen Baru
Taofik menjelaskan, jika gedung Geopark Rinjani sebelumnya hampir diratakan, karena dianggap tidak memiliki manfaat konkret untuk daerah.
Namun karena dukungan dari banyak pihak, aset tersebut kini sudah berfungsi sepenuhnya. Di bawah kepemimpinan General Manager baru, Qwadru Putro Wicaksono, ia berharap bisa membawa inovasi dalam pengelolaan kawasan.
Selain sebagai pusat edukasi, Pusat Informasi ini menjadi ujung tombak dalam menjawab lima rekomendasi UNESCO yang harus selesai dalam waktu empat tahun ke depan.
Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan visibilitas geosite, penguatan infrastruktur berkelanjutan, hingga pemberdayaan perempuan dalam konservasi ekonomi lokal.
Target Peningkatan PAD
Sedangkan di sisi ekonomi daerah, Pemkab Lombok Timur menyoroti pengembangan sektor pariwisata yang mengacu pada konsep aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A).
Fokus utama saat ini, adalah memperbanyak atraksi wisata di Sembalun dan desa-desa wisata sekitarnya, guna mendongkrak PAD.
Sementara itu, Lalu Iqbal, lebih lanjut mengatakan, keberhasilan geopark sangat bergantung pada keseimbangan, antara kesejahteraan masyarakat lokal dan pelestarian warisan geologi.
Meski memiliki anggaran yang terbatas, kerja sama antar pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi terus diusahakan, untuk memastikan pengelolaan Geopark tetap optimal hingga revalidasi berikutnya. (Inda)




