Lombok Tengah

Turis Jerman Nilai Mandalika Menjanjikan, tapi Transportasi dan Infrastruktur Jadi Catatan

Lombok Tengah (NTBSatu) – Kawasan The Mandalika dinilai memiliki potensi besar menjadi destinasi unggulan wisata dunia. Namun, sejumlah catatan masih muncul, terutama terkait transportasi dan infrastruktur pendukung.

Hal itu disampaikan wisatawan asal Jerman, Helena Reinke dan Tim Kretschmer yang tengah berkeliling Asia Tenggara. Helena mengatakan, Mandalika menawarkan suasana yang berbeda dibanding Bali yang lebih ramai.

“Di sini tidak terlalu padat, lebih cocok untuk santai. Tetapi aksesnya memang lebih sulit,” ujarnya saat ditemui di kawasan Kuta Mandalika, Rabu, 6 Mei 2026.

IKLAN

Akses Transportasi Masih Terbatas

Namun, Tim menyoroti keterbatasan transportasi sebagai tantangan utama selama berada di Lombok. Menurutnya, wisatawan cenderung bergantung pada kendaraan pribadi atau layanan dari hotel.

“Kalau tidak punya kendaraan sendiri, cukup sulit. Kami biasanya dijemput pihak hotel,” katanya.

Selain itu, biaya transportasi juga dinilai relatif mahal. Untuk perjalanan dari pelabuhan menuju Mandalika, ia mengaku harus membayar hingga Rp500 ribu untuk durasi sekitar dua jam.

Layanan transportasi daring seperti Grab juga disebut belum menjangkau seluruh wilayah, khususnya area penginapan yang berada di luar pusat keramaian. “Tidak semua lokasi bisa dijangkau. Jadi kami harus naik motor sendiri kalau mau keluar,” ujarnya.

Infrastruktur Jalan Perlu Pemerataan

Selain transportasi, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian. Helena menilai, kualitas jalan di kawasan Mandalika belum merata.

“Jalan utama dekat sirkuit sudah sangat bagus, tetapi jalan di area lain masih kurang nyaman, apalagi untuk turis yang belum terbiasa naik motor,” katanya. Menurutnya, perbaikan infrastruktur menjadi penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

Keramahan Warga Jadi Nilai Positif

Di sisi lain, Helena dan Tim mengapresiasi keramahan masyarakat lokal yang dinilai menjadi daya tarik tersendiri. “Orang-orang di sini sangat ramah. Itu hal yang sangat berbeda dibanding di negara kami,” ungkapnya.

Mereka memprediksi kawasan Mandalika akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi menyamai popularitas Bali. “Dalam 10 sampai 15 tahun ke depan, tempat ini bisa menjadi seperti Bali,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan tetap memperhatikan keseimbangan agar tidak menghilangkan karakter asli daerah. “Kalau terlalu ramai, suasana tenangnya bisa hilang,” katanya. (Caca)

Artikel Terkait

Back to top button