Lombok Barat

SAR Kerahkan Dua Helikopter Cari Lima Penumpang KMP Putri Yasmin yang Hilang

Lombok Barat (NTBSatu) – Tim SAR Gabungan memperluas pencarian lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan. Tim SAR juga menyiapkan dukungan dua helikopter untuk mempercepat penyisiran dari udara.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pencarian udara tersebut.

“Kami minta bantuan ada dua heli yang didukung oleh pihak PT SGI,” kata Hariyadi, Kamis, 13 Agustus 2026.

IKLAN

Dukungan udara tersebut menjadi bagian dari perluasan operasi pencarian terhadap lima orang yang masih hilang. Hariyadi menjelaskan, lima nama itu muncul berdasarkan laporan keluarga kepada pusat komando operasi SAR.

“Lima orang ini berdasarkan hasil daripada laporan pihak keluarga ke Posko,” ujarnya.

Menurutnya, keluarga hanya melaporkan bahwa anggota keluarganya ikut menyeberang menggunakan KMP Putri Yasmin. Tim SAR kemudian memasukkan seluruh laporan tersebut sebagai objek pencarian.

“Kita akan mencari semua,” tegasnya.

Salah Seorang Tak Masuk Manifes

Hariyadi mengungkapkan, empat dari lima orang tersebut tercatat dalam manifes kapal. Sementara itu, satu orang lainnya diduga menggunakan tiket tidak resmi.

“Salah satu korban yang suaminya selamat itu, dievakuasi di kapal terakhir tadi malam suaminya,” katanya.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan salah satu penumpang asal Sumba, NTT. Sebelumnya, keluarga korban asal Sumba juga mencari korban. 

Suami korban berhasil Tim SAR temukan dalam kondisi selamat setelah terpisah saat mereka melompat ke laut. Namun, istrinya (korban) hingga kini belum tim SAR temukan.

Kondisi tersebut menambah persoalan dalam proses pencarian korban KMP Putri Yasmin. Sebab, data manifes sebelumnya juga menunjukkan adanya perbedaan jumlah penumpang.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyebut, data awal mencapai 114 penumpang. Sementara Tim SAR telah mengevakuasi 212 orang hingga Kamis, 13 Agustus 2026.

Perbedaan tersebut membuat pendataan korban menjadi bagian penting dalam operasi pencarian. Namun, Hariyadi menegaskan persoalan manifes tidak membatasi tugas SAR.

“Siapa pun tercatat di manifes maupun tidak tercatat adalah tanggung jawab kami untuk melakukan evakuasi,” tegasnya.

SAR Perluas Pencarian

Tim SAR kini memperluas area pencarian berdasarkan rencana operasi yang telah tersusun. Hariyadi menyebut, penyisiran akan menjangkau area hingga sekitar 23 mil. Pencarian berlangsung sejak pagi hingga sore dengan menyesuaikan kondisi lapangan.

Hariyadi juga memastikan, operasi pencarian tetap mengacu pada ketentuan tujuh hari. Namun, ia menekankan pentingnya memaksimalkan Golden Time (waktu emas pencarian) 3 hari ini.

“Waktu operasi kami tetap tujuh hari, tapi golden time kita usahakan,” ujarnya.

Hingga Kamis, Tim SAR mencatat 212 orang berhasil mereka evakuasi. Sebanyak 211 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara lima orang lainnya masih menjadi fokus pencarian Tim SAR Gabungan. (*)

Artikel Terkait