Korban Jiwa KMP Putri Yasmin Bertambah, Meninggal Usai Delapan Hari Dirawat
Lombok Barat (NTBSatu) – Salah seorang korban insiden Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama delapan hari di RSUD Patut Patuh Patju (Tripat), Gerung.
Korban bernama Ardian, 37 tahun, warga Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Ardian meninggal di ruang ICU RSUD Patut Patuh Patju pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 16.46 Wita.
Direktur RSUD Patut Patuh Patju, dr. Suriyadi mengatakan, korban masuk rumah sakit pada 12 Agustus 2026. Saat itu, tim medis menempatkan Ardian di ruang P1 IGD untuk menjalani observasi dan perawatan.
“Dia dari 24 pasien yang dirawat di sini, dia yang paling parah,” kata Suriyadi, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Suriyadi, kondisi Ardian memburuk karena banyak air laut masuk ke paru-parunya. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan pneumonia aspirasi atau peradangan paru akibat masuknya cairan.
“Banyak masuk air laut juga ke dalam paru-paru. Sehingga menyebabkan sesak nafas,” ujarnya.
Suriyadi menjelaskan, kondisi tersebut kemudian memicu gagal napas pada korban. Tim medis kemudian memasang ventilator untuk membantu pernapasan Ardian selama menjalani perawatan.
Sempat Direncanakan Cuci Darah
Selain mengalami gangguan paru, Ardian juga mengalami komplikasi pada ginjal. Suriyadi mengatakan tim medis sempat merencanakan tindakan cuci darah untuk menangani komplikasi tersebut.
Namun, keluarga korban sempat menolak tindakan tersebut sebelum akhirnya menyetujuinya. “Sempat kita mau cuci darah juga, awalnya keluarga menolak, tapi kita yakinkan lagi, dia mau,” jelas dr. Suriyadi.
Meski demikian, kondisi Ardian terus memburuk. Tim medis kemudian memindahkan Ardian ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan intensif.
“Jadi dia meninggalnya di ICU jam 16.45 Wita,” kata Suriyadi.
Ia mengatakan, Ardian sempat menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik selama menjalani perawatan. Namun, komplikasi yang muncul kemudian membuat kondisi korban kembali menurun.
Gagal Ginjal Bukan Penyebab Utama
Berdasarkan keterangan medis, gagal ginjal yang Ardian alami merupakan komplikasi dari kondisi berat yang dialaminya. Air laut yang masuk ke paru-paru menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan korban.
Kondisi tersebut kemudian memicu pneumonia aspirasi dan gangguan oksigenasi. Gagal napas menjadi penyebab utama kondisi kritis Ardian.
Kekurangan oksigen juga dapat mengganggu fungsi organ lain, termasuk ginjal. Selain itu, tekanan darah yang menurun dapat mengurangi aliran darah menuju ginjal. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu gagal ginjal akut dan gangguan fungsi organ lainnya.
Ardian menjadi salah satu korban yang mendapat perawatan setelah insiden KMP Putri Yasmin. Kapal tersebut terbakar di perairan Selat Lombok pada 13 Agustus 2026.
Sejumlah korban berhasil Tim SAR evakuasi dan mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Meninggalnya Ardian menambah daftar korban yang terdampak tragedi KMP Putri Yasmin. (*)




