Enam Ruang Kelas SMAN 1 Gunungsari Disegel karena Rawan Roboh
Lombok Barat (NTBSatu) – SMAN 1 Gunungsari menutup enam ruang kelas setelah bangunan sekolah anggap rawan roboh. Kondisi itu memaksa sekolah mengubah sekitar 11 ruangan lain menjadi kelas darurat agar proses belajar tetap berlangsung.
Kepala SMAN 1 Gunungsari, Musyrifin mengatakan, pihak sekolah mengambil langkah tersebut demi keselamatan siswa. Enam ruang kelas yang mengalami kerusakan tidak lagi terpakai. Sehingga, sekolah harus memanfaatkan ruang podcast, galeri, multimedia, perpustakaan, laboratorium, hingga kantin sebagai ruang belajar sementara.
”Kalau dihitung, ada sekitar 11 ruangan yang akhirnya kami gunakan untuk kegiatan belajar,” ujarnya.
Selain itu, sekolah juga menyekat area terbuka di samping musala dan lorong menjadi ruang belajar. Kursi dan meja dipindahkan dari ruang yang sudah tidak layak pakai.
216 Siswa Belajar di Kelas Darurat
Akibat penutupan enam ruang kelas tersebut, sekitar 216 siswa dari enam rombongan belajar kini mengikuti pembelajaran di kelas darurat. Sebagian siswa belajar di dekat kantin sehingga aktivitas pembelajaran sering terganggu. Terutama saat pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski begitu, pihak sekolah memilih solusi tersebut daripada menerapkan sistem double shift atau memindahkan siswa ke lokasi lain.
”Kalau double shift, waktu belajar anak justru berkurang. Itu yang kami hindari,” katanya.
Untuk mengurangi ketidaknyamanan, SMAN 1 Gunungsari memasang kipas angin dan tirai bambu di beberapa ruang darurat. Sekolah juga berencana merotasi kelas setiap bulan. Hal itu agar seluruh siswa merasakan kondisi belajar yang sama.
Penutupan enam ruang kelas turut mengorbankan sejumlah fasilitas sekolah. Perpustakaan yang semula memiliki dua ruangan kini hanya menggunakan satu ruangan karena sisanya berubah menjadi kelas.
Aula kantin juga disekat menjadi dua bagian. Separuh tetap melayani aktivitas kantin dan pembagian MBG, sedangkan separuh lainnya digunakan sebagai ruang belajar.
Sementara itu, area terbuka di samping musala yang sebelumnya menjadi tempat salat berjemaah kini menampung dua kelas.
Sekolah Butuh Rehabilitasi dan Ruang Kelas Baru
Kepala sekolah mengatakan, SMAN 1 Gunungsari membutuhkan rehabilitasi enam ruang kelas yang rusak serta tambahan empat ruang kelas baru. Secara keseluruhan, sekolah memerlukan sekitar 11 ruang agar kegiatan belajar kembali normal.
Ia memperkirakan rehabilitasi enam ruang kelas membutuhkan anggaran sekitar Rp700 juta. Sekolah telah berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan dan Dinas Pendidikan NTB. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan bantuan tersebut terealisasi.
”Kami hanya berharap ada perhatian agar anak-anak bisa kembali belajar di ruang yang layak,” ujarnya.
Sebagai informasi, SMAN 1 Gunungsari berdiri sejak 1994. Menurut hasil penilaian teknis, bangunan yang berdiri pada 2012–2013 justru memiliki kualitas material lebih rendah daripada gedung lama. Karena itu, enam ruang kelas di bagian belakang yang rawan roboh akhirnya terpaksa tutup demi menghindari risiko membahayakan siswa. (*)




