Tekan Risiko Kebakaran, Damkarmat KSB Matangkan Pelatihan Relawan Desa
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merancang program pembinaan untuk relawan desa. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas personel lapangan dalam menangani ancaman kebakaran awal.
Oleh karena itu, inisiatif tersebut menjadi langkah solutif Damkarmat KSB guna memperkuat pencegahan bencana di tingkat tapak. Pihaknya melibatkan empat personel relawan dari setiap desa se-Kabupaten Sumbawa Barat.
Kepala Dinas Damkarmat KSB, Drs. H. Abdul Razak, mengonfirmasi rencana pelaksanaan agenda penting tersebut. Ia menjadwalkan pembekalan teknis bagi seluruh anggota relawan pada bulan depan.
“Bahkan rencana saya bulan depan ini kita mau berikan pelatihan semua relawan seluruh KSB ini. Kita pusatkan di Mako, semua relawan kita kumpulkan satu hari penuh,” ujar Abdul Razak kepada NTBSatu, Jumat, 28 Agustus 2026.
Nantinya, Damkarmat KSB akan memusatkan seluruh rangkaian kegiatan pelatihan di Markas Komando. Para peserta akan menerima materi teori serta simulasi pemadaman api secara intensif.
Adapun kurikulum pelatihan mencakup teknik pemadaman darurat menggunakan sarana pendukung modern. Keterampilan ini penting untuk mempercepat respons penanganan sebelum armada utama tiba.
“Kita berikan pelatihan bagaimana cara memadamkan api, menggunakan APAR, dan perlengkapan lainnya,” kata Abdul Razak.
Pemerintah Siapkan Perlengkapan Kerja Relawan
Selain memberikan materi teknis, Damkarmat KSB juga menyiapkan perlengkapan keselamatan untuk seluruh peserta. Pemerintah daerah menyalurkan seragam kerja serta topi pelindung sebagai bentuk dukungan operasional.
Lebih lanjut, Abdul Razak menegaskan pentingnya program pemberdayaan masyarakat dalam memitigasi potensi bencana. Dukungan sarana pendukung bakal meningkatkan rasa percaya diri para relawan saat bertugas.
“Nanti saya sudah siapkan untuk baju atau topi segala macam itu dibagikan ke mereka itu. Pemberdayaan masyarakat, ya,” ujar Abdul Razak.
Sebab, kehadiran relawan desa menjadi solusi efektif menjangkau area pemukiman yang memiliki medan sulit. Mobil pemadam besar kerap mengalami kendala akses saat melintasi jalur sempit.
“Perlu penanganan khusus kalau terjadi kebakaran di atas itu. Jadi mau tidak mau desa ini harus menyiapkan armada,” pungkas Abdul Razak. (*)




