Kasus Influenza A Naik, Lombok Timur Belum Ada Temuan
Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur memastikan hingga saat ini belum menerima laporan kasus Influenza A dari fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Timur, Syahid Romdlan mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan penyakit tersebut melalui fasilitas kesehatan.
“Kalau di Lombok Timur sampai saat ini belum ada laporan terkait Influenza A dari beberapa fasilitas kesehatan,” kata Syahid kepada NTBSatu, Selasa, 22 September 2026.
Kewaspadaan tersebut menjadi penting di tengah peningkatan kasus influenza di Indonesia. Melansir CNA Indonesia, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diperbarui pada 12 September 2026, menunjukkan proporsi positif influenza dalam pemeriksaan laboratorium mencapai 38 persen pada pekan ke-35.
Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di level 22 persen. Dari 175 spesimen yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 66 spesimen menunjukkan hasil positif influenza.
Mayoritas kasus yang terdeteksi merupakan influenza A(H1N1)pdm09. Data tersebut juga menunjukkan 33 persen kasus terjadi pada anak-anak berusia 0-4 tahun.
Menurut Syahid, Influenza A memiliki gejala yang mirip dengan influenza pada umumnya. Namun, penyakit tersebut dapat menular dengan cepat melalui droplet, terutama ketika seseorang batuk atau bersin di tempat umum.
Gejala Awal Influenza A
Gejala yang muncul antara lain demam dengan suhu 38 hingga 40 derajat Celsius, nyeri otot, nyeri tenggorokan, batuk, dan pilek.
Syahid menyebut, nyeri otot menjadi salah satu gejala yang perlu diperhatikan selain gejala flu pada umumnya.
“Pada prinsipnya sama juga dengan influenza biasa, tetapi penularannya lebih masif dan lebih cepat,” ujarnya.
Syahid mengingatkan masyarakat agar kembali menerapkan kebiasaan menggunakan masker, terutama ketika berada di tempat umum.
Masyarakat yang mengalami gejala flu juga perlu mengurangi aktivitas di tengah kerumunan untuk mencegah penularan.
Ia menilai, kebiasaan menggunakan masker di tengah masyarakat kini mulai berkurang. Padahal, penggunaan masker dapat membantu melindungi orang yang sedang sakit maupun masyarakat yang berada di sekitarnya.
Selain penggunaan masker, Syahid meminta masyarakat menjaga pola hidup sehat dan daya tahan tubuh. Menurutnya, kondisi cuaca juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
“Yang jelas penyebab utamanya virus, kemudian daya tahan tubuh manusia sendiri, dan faktor cuaca juga bisa menyebabkan itu,” jelasnya.
Puskesmas Siaga
Dinas Kesehatan Lombok Timur juga menyiapkan sistem kewaspadaan dini dan respons melalui seluruh fasilitas kesehatan.
Syahid mengatakan, petugas puskesmas akan segera merespons apabila menemukan sinyal kasus Influenza A.
Jika fasilitas kesehatan menemukan kasus influenza yang mengarah pada Influenza A, petugas akan segera melakukan identifikasi dan penanganan.
Mereka juga akan mengambil langkah untuk mencegah penularan kepada orang lain.
“Kalau ada kasus, teman-teman puskesmas harus melaporkan. Kemudian kita akan merespons lebih cepat, kurang dari 24 jam sesuai standar operasional prosedur kita,” katanya.
Syahid memastikan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Lombok Timur menghadapi potensi penularan penyakit.
Ia berharap, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan meski hingga kini belum ada laporan kasus Influenza A di Lombok Timur. (*)




