PemerintahanSumbawa Barat

Satu Data Terintegrasi, Pemkab Sumbawa Barat Siap Luncurkan SALAM KSB Maju

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumbawa Barat memperkuat keakuratan data kependudukan daerah melalui pemanfaatan aplikasi SALAM KSB Maju. 

Langkah strategis ini melengkapi sistem pendataan nasional agar penyaluran bantuan sosial dan layanan publik tepat sasaran.

Aplikasi SALAM KSB Maju memadukan data kependudukan berbasis local content dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat. Inovasi tersebut mengatasi keterbatasan pembaruan data secara langsung pada sistem nasional.

IKLAN

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumbawa Barat, Adi Sosiawan, menjelaskan alasan pengembangan aplikasi ini.

“Sistem SIAK memiliki batas akses dan protokol keamanan ketat dari pusat, sehingga Pemda butuh inovasi lokal untuk memantau data kependudukan secara fleksibel,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 9 September 2026. 

Kondisi tersebut membuat daerah membutuhkan sistem pendukung untuk memantau dinamika kependudukan lokal secara cepat. Perubahan data seperti warga meninggal dunia atau pindah domisili memerlukan penanganan segera.

IKLAN

Integrasi Layanan Tingkat Desa

Melalui aplikasi ini, petugas di tingkat desa, kelurahan, puskesmas, hingga KUA mencatat setiap perubahan data warga secara real-time. Petugas lapangan langsung memasukkan informasi kependudukan terbaru ke dalam server daerah.

Adi Sosiawan menegaskan, pentingnya pendelegasian operator hingga tingkat tapak. “Petugas di desa, puskesmas, hingga instansi pelayanan menjadi ujung tombak agar pembaruan data kependudukan kita selalu terintegrasi dari bawah,” ujar Adi.

Administrator Data Base (ADB) Dukcapil KSB kemudian memverifikasi seluruh input data dari petugas lapangan. Data bersih tersebut menjadi rujukan utama pelaksanaan tujuh program unggulan Pemkab KSB.

Program daerah tersebut mencakup sektor kesehatan, pendidikan, UMKM, perumahan, sosial, pertanian-peternakan, hingga perikanan. Seluruh layanan publik tersebut terintegrasi secara terpadu melalui platform Kartu KSB Maju.

Adi Sosiawan menyebutkan integrasi ini memangkas potensi ketidaktepatan sasaran penerima bantuan pemerintah.

“Kami menutup celah ketidaksesuaian data di lapangan agar seluruh bantuan sosial daerah benar-benar mengalir kepada warga penerima manfaat yang berhak,” tutur Adi.

Sistem baru ini menutup celah adanya warga meninggal yang masih tercatat sebagai penerima bantuan. Pemkab KSB kini mengantongi data kependudukan yang sangat akuntabel dan transparan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap peristiwa kependudukan kepada petugas desa. Partisipasi aktif warga mendukung kelancaran pembaruan data kependudukan di wilayah Sumbawa Barat.

Adi Sosiawan berharap inovasi ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Sumbawa Barat.

“Sinergi dua server pendataan ini memperkuat akuntabilitas pelayanan publik sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran anggaran daerah,” pungkas Adi. (*) 

Artikel Terkait