Mohan Minta Dispar Gandeng Pihak Ketiga Hidupkan Destinasi Wisata
Mataram (NTBSatu) – Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana meminta Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mencari terobosan untuk menjaga geliat destinasi wisata. Keterbatasan anggaran, kata Mohan, tidak boleh membuat aktivitas wisata berhenti.
Mohan mendorong Dispar menggandeng pihak ketiga atau vendor untuk menghadirkan berbagai kegiatan serta menjaga kawasan wisata tetap hidup. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya menghadapi kondisi fiskal daerah yang masih terbatas.
“Saya sudah tegaskan ke Pak Kadis Pariwisata supaya semua spot-spot ruang terbuka publik kita ini bisa rawat. Pemeliharaan ini harus tetap menjadi prioritas,” ujar Mohan, Senin, 7 September 2026.
Cari Kolaborasi Baru
Menurut Mohan, Dinas Pariwisata harus mampu beradaptasi sekaligus mencari pola kolaborasi baru. Ia tidak ingin keterbatasan anggaran menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan atau event yang mampu menarik masyarakat.
“Kita harus beradaptasi dengan kondisi fiskal kita. Namun, saya minta jangan sampai kegiatan atau event terhenti. Harus ada inisiatif dan inovasi untuk membangun komunikasi dengan pihak ketiga agar kawasan tersebut tetap hidup,” jelasnya.
Mohan menilai, aktivitas yang konsisten menjadi salah satu kunci menjaga minat masyarakat. Ketika fasilitas kurang terawat dan agenda wisata minim, jumlah kunjungan berpotensi ikut menurun. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi perputaran ekonomi serta pendapatan dari retribusi parkir dan sektor pendukung lainnya.
Selain mendorong Dinas Pariwisata mencari mitra, Mohan meminta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjalankan peran secara optimal. Pokdarwis menjadi ujung tombak yang berhadapan langsung dengan kondisi destinasi serta pengunjung.
Mohan juga menanggapi keluhan masyarakat terkait lapak UMKM yang tidak aktif serta sejumlah fasilitas pendukung. Ia memastikan, persoalan tersebut akan mendapat perhatian dan segera menindaklanjutinya bersama organisasi perangkat daerah terkait.
Soal tambahan anggaran pemeliharaan untuk tahun berikutnya, Mohan mengatakan pemerintah masih melihat kemampuan keuangan daerah.
“Kita lihat dulu kondisi fiskal kita. Kalau memang memadai, tentu kita harus intervensi dalam bentuk anggaran,” pungkasnya.
Persoalan destinasi wisata turut mendapat sorotan DPRD Kota Mataram. Sejumlah kawasan wisata belum mampu mempertahankan minat masyarakat, terutama saat pilihan tempat berkumpul seperti kafe dan tempat nongkrong semakin banyak.
Konsep Wisata Kota harus Kreatif
Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, mendorong pemerintah menghadirkan konsep wisata yang lebih menarik sekaligus edukatif.
Ia mencontohkan taman kota tematik yang tidak sekadar berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga menawarkan pengalaman edukasi bagi pengunjung.
“Coba tiru daerah lain. Taman kotanya tematik, jadi taman juga memiliki nilai edukasi,” ujar Ismul, Minggu, 6 September 2026.
Menurutnya, konsep tersebut bisa berkembang melalui kolaborasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram. Ratusan PAUD yang tersebar pada sejumlah wilayah Mataram dapat menjadi potensi untuk pengembangan wisata edukasi.
“Ratusan PAUD Kota Mataram, tinggal kerja sama Dispar dan Disdik,” katanya. (*)




