Pol PP Kota Bima Ngaku Kewalahan Tertibkan Ternak Liar
Kota Bima (NTBSatu) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bima mengaku kewalahan dalam menertibkan hewan ternak liar yang berkeliaran di jalan-jalan protokol.
Maraknya sapi yang dilepasliarkan oleh pemiliknya di jalan raya kembali memicu keresahan warga dan membahayakan para pengguna jalan.
Isu ternak liar ini belakangan kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Kepala Satpol PP Kota Bima, Erwin Rahadi mengungkap, banyak masyarakat mengeluhkan gerombolan sapi yang lalu lalang di jalan-jalan besar, seperti di kawasan Amahami yang merupakan kawasan padat kendaraan.
“Iya betul sekali, beberapa waktu lalu ada laporan masyarakat dan membahayakan di jalan,” ujar Erwin pada NTBSatu, Kamis, 3 September 2026.
Ia menegaskan, pihaknya telah berulang kali melakukan sosialisasi dan mengimbau para pemilik ternak. Bahkan, petugas secara langsung mendatangi para peternak untuk memberikan pemahaman. Namun, Erwin menyebut, upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang signifikan.
“Padahal sebelumnya saya sudah sosialisasikan kepada masyarakat, sudah lama itu. Tapi entah kenapa ya, mungkin ada budaya kita yang memang keliru melepas ternak ini. Padahal sampai mendatangi orangnya,” tegasnya.
Erwin juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan lalu lintas akibat keberadaan ternak di jalan umum, terutama bagi pengendara sepeda motor. Bahkan, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan hewan ternak pernah menghambat pelayanan darurat.
“Bahkan pada saat ambulans menuju merujuk pasien dari kabupaten menuju rumah sakit, itu sempat terhenti setelah menabrak sapi di situ,” ungkapnya.
Tempuh Kolaborasi Antarpihak
Pol PP Kota Bima telah melakukan penertiban dan penangkapan ternak telah berulang kali, namun para pemilik ternak terkesan tidak jera meski harus membayar sanksi denda sesuai Peraturan Daerah (Perda). Alasan seperti keterbatasan lahan kerap menjadi dalih para peternak.
Erwin menjelaskan, pihaknya juga telah menjalin kolaborasi dengan jajaran RT, RW, pihak kecamatan, hingga unsur TNI dan Polri untuk mengatasi masalah ini.
“Saya sudah libatkan Polsek juga, Danramil, anggota Babinsa, Bhabinkamtibmas, udah,” tambahnya.
Namun, ia menilai akar masalah utama terletak pada sikap dan kepedulian masyarakat itu sendiri. Walaupun penertiban sempat membuat jalanan sepi dari ternak liar selama beberapa bulan, kini masalah tersebut kembali muncul.
“Kembali lagi ke perilaku kita yang memang tidak peduli terhadap kota kita, supaya tertib, supaya bersih. Kesadaran ini yang belum tumbuh di masyarakat kita,” pungkasnya. (*)




