Kota Bima

FPTI Kota Bima Terganjal Anggaran Kontingen

Kota Bima (NTBSatu) – Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bima terus mematangkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB. Kompetisi cabang olahraga panjat tebing ini akan berlangsung di Kota Mataram pada 16 hingga 25 Juli 2026.

FPTI Kota Bima menurunkan delapan belas atlet putra dan putri untuk berlaga di delapan belas nomor pertandingan. Namun, tim menghadapi kendala serius terkait pembiayaan dari KONI Kota Bima.

Manajer Tim Panjat Tebing Kota Bima, Burhanuddin Thole mengungkapkan, KONI Kota Bima hanya menanggung biaya untuk sepuluh atlet. 

IKLAN

Akibatnya, delapan atlet sisanya terpaksa berangkat menggunakan dana mandiri. “Kami sebenarnya keberatan dengan kondisi ini. Setiap atlet maksimal hanya boleh mengikuti 3 nomor,” ujarnya.

Thole mengungkap, pihaknya telah menyusun strategi lain untuk nomor pertandingan beregu. 

“Jika hanya mengirim 10 atlet, strategi tim di nomor beregu, campuran (mix), dan perorangan akan pincang,” ungkapnya.

IKLAN

Padahal, tim panjat tebing memiliki rekam jejak yang gemilang. Pada Porprov XI NTB tahun 2023 lalu, mereka sukses meraih predikat Juara Umum dengan sumbangan lima medali emas dari enam belas nomor. 

Raihan ini menjadikan panjat tebing sebagai cabang olahraga penyumbang emas terbanyak bagi Kota Bima. Demi mempertahankan prestasi tersebut, tim bahkan sudah menggelar Training Centre (TC) mandiri sejak tahun 2025. (*)

Artikel Terkait