NTBPeristiwa

Belajar dari Kebakaran Sade, Komisi IV DPRD NTB Dorong Penguatan Mitigasi

Mataram (NTBSatu) – Rentetan kebakaran di NTB menjadi peringatan bagi pemerintah menghadapi musim kemarau. Kebakaran kawasan rumah adat Sade menjadi salah satu contoh pentingnya memperkuat mitigasi sejak dini.

Komisi IV DPRD NTB meminta pemerintah tidak hanya bergerak setelah kebakaran terjadi. Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan di berbagai wilayah.

Menurutnya, kondisi kemarau meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun wilayah lainnya.

IKLAN

“Kita melihat sekarang ini bencana kebakaran bukan hanya di NTB. Di daerah lain juga ada kebakaran hutan,” kata Sudirsah kepada NTBSatu, Selasa, 25 Agustus 2026.

Karena itu, ia meminta pemerintah mulai memetakan kawasan yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Menurutnya, langkah mitigasi harus berjalan sebelum masyarakat menghadapi kebakaran berikutnya.

Sade Jadi Pelajaran

Sudirsah menilai, kebakaran Sade harus menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah perlu melihat kelemahan penanganan kebakaran di kawasan tersebut. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian ialah ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

IKLAN

“Terkait di Sade yang tak ada pemadam kebakaran ringan atau APAR itu, itu jadi pelajaran seharusnya,” ujar legislator dari fraksi Gerindra tersebut.

Menurut Sudirsah, pemerintah perlu menyediakan APAR pada kawasan yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi. Fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam tiba.

“Makanya dengan peristiwa ini, ke depan pemerintah juga betul-betul memperhatikan aspek ini,” tegasnya.

Selain APAR, pemerintah juga perlu memperhatikan keamanan instalasi listrik. “Pertama mungkin, pengelolaan instalasi listrik harus kita perhatikan yang aman,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan. “Terus tidak membakar sampah sembarangan,” ujarnya.

Mitigasi di Kawasan Risiko Kebakaran

Sudirsah meminta pemerintah menerapkan evaluasi tersebut secara lebih luas. Menurutnya, mitigasi tidak boleh berhenti pada kawasan Sade. Pemerintah perlu memperkuat kesiapsiagaan di permukiman dan kawasan lain yang memiliki risiko kebakaran.

Langkah tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi kondisi kemarau. Sudirsah juga menyoroti nilai strategis kawasan Sade sebagai bagian dari warisan budaya NTB.

“Apalagi rumah adat Sade ini kan satu-satunya. Peninggalan sejarah kita,” katanya.

Karena itu, pemerintah perlu menjaga kawasan tersebut sekaligus memperkuat aspek keselamatannya. “Ke depan ini jadi perhatian pemerintah juga. Bagaimana kita bisa menyediakan alat pemadam api ringan ini,” tandasnya. (*)

Artikel Terkait