Kabupaten BimaPemerintahan

Pelantikan Pejabat Pemkab Bima Diwarnai Aksi Protes

Bima (NTBSatu) – Pelantikan 274 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima pada Rabu, 22 Juli 2026, diwarnai aksi protes. Seorang perempuan yang mengatasnamakan tim sukses pasangan Ady-Irfan pada Pilkada 2024 mengamuk di kantor Bupati Bima sesaat sebelum mulainya acara pelantikan. Ia meluapkan kekecewaan lantaran menilai Bupati tidak memedulikan aspirasi para loyalisnya.

Meski sempat gaduh, pelantikan pejabat struktural, fungsional, dan administrator tersebut tetap berlangsung hingga selesai. 

Kepala Bagian Prokopim Setda Kabupaten Bima, Suryadin, menanggapinya dengan santai. Ia menilai, aksi protes tersebut sebagai hal yang lumrah dalam penataan birokrasi.

IKLAN

“Dinamika kemarin itu sebenarnya hal yang biasa dalam setiap proses pelantikan pejabat. Namun demikian, perlu kita pahami bahwa pelantikan tersebut sebelumnya telah melewati tahapan dan pertimbangan yang cermat dari tim Baperjakat sebagai acuan dalam pengambilan keputusan,” ujar Suryadin, Rabu, 23 Juli 2026.

Telah Melewati Pertek dari BKN

Ia menegaskan, proses rotasi dan promosi jabatan ini sudah objektif berdasarkan aturan yang berlaku tanpa ada pengaruh dari kepentingan pihak luar.

“Yang terpenting adalah, mutasi tersebut kita laksanakan sesuai ketentuan karena telah mendapatkan pertimbangan teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pelantikan pejabat mencerminkan kebutuhan kelembagaan pemerintah daerah, bukan kebutuhan kelompok tertentu,” tegasnya

Suryadin merincikan, Bupati Bima melantik secara langsung 274 pejabat yang terdiri dari tiga pejabat eselon II, tujuh pejabat eselon III dan IV, serta 264 kepala sekolah jenjang TK, SD, hingga SMP. 

Ia menjamin proses rotasi dan promosi jabatan ini telah berjalan sesuai prosedur teknis yang berlaku.

“274 pejabat yang hari ini terlantik sudah melewati tahapan cermat tim Baperjakat dan mendapatkan pertimbangan teknis (Pertek) BKN,” jelas Suryadin.

Sebelumnya, Bupati Bima, Ady Mahyudi menegaskan, perombakan posisi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas birokrasi Pemkab Bima. 

Ia berharap para pejabat baru dapat merealisasikan visi Bima yang bermartabat, berkemajuan, makmur, tangguh, dan berkelanjutan.

Ady mengajak jajarannya agar tidak cepat berpuas diri dengan posisi baru yang mereka emban. Ia meminta para pejabat segera menanggalkan ego sektoral demi mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Bima.

“Saya mengajak seluruh pejabat untuk memahami, bahwa jabatan bukanlah penghargaan atas prestasi masa lalu, melainkan amanah untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik ke depannya,” kata Ady.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, serta kolaborasi antar-OPD. 

Ia menuntut jajarannya untuk memprioritaskan dampak nyata bagi masyarakat ketimbang sekadar administrasi formal.

“Ukuran keberhasilan kita bukan banyaknya laporan yang dibuat, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Ady. (*)

Artikel Terkait