Festival Sangiang Api 2026 Ditargetkan Tembus KEN 2027
Bima (NTBSatu) – Desa Sangiang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima secara resmi membuka Festival Sangiang Api 2026 di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Minggu, 30 Agustus 2026.
Parade dan kejuaraan sampan layar pesisir menjadi magnet utama dalam pembukaan Festival Sangiang Api tahun ini. Festival ini menjadi pesta budaya bahari yang Pemkab Bima proyeksikan siap menembus panggung pariwisata nasional.
Bukan sekadar ajang hiburan rakyat, Pemkab Bima membidik festival pesisir ini untuk masuk dalam agenda bergengsi Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata pada 2027 mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar menegaskan, potensi kebudayaan dan bentang alam Sangiang sangat layak bersaing di tingkat nasional. Selama pembenahan konsep dan manajemen acara terus ditingkatkan secara konsisten.
“Festival ini memiliki potensi. Pemerintah daerah akan terus mendorong dan mengupayakan agar ke depan Festival Sangiang Api dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Tentunya diperlukan persiapan dan pengembangan yang konsisten. Agar festival ini semakin berkualitas dan memiliki daya tarik yang kuat,” tegas Akbar pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Peluang Generasi Muda dalam Pengembangan Pariwisata
Tradisi bahari masyarakat Sangiang memang menjadi acara utama dalam seluruh rangkaian gelaran ini. Kejuaraan sampan layar bukan sekadar menyuguhkan atraksi visual yang memikat mata para wisatawan. Hal ini juga berfungsi sebagai benteng pertahanan dalam menjaga warisan tradisi leluhur warga pesisir Bima.
Kepala Desa Sangiang, Arasid Imram menekankan, keberlanjutan festival ini harus mampu memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Baik itu dampak ekonomi langsung bagi warga lokal serta memicu peran aktif generasi muda Wera.
“Harapan kami, Festival Sangiang Api ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Tetapi dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan budaya dan potensi wisata Sangiang. Serta membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata,” ujar Arasid.
Ia juga berharap, penyelenggaraan lomba sampan layar ke depan makin profesional dengan jangkauan peserta yang lebih luas dari berbagai daerah. Melalui komitmen bersama antara pemerintah daerah, pemuda, dan warga lokal, Festival Sangiang Api optimistis mampu mengubah potensi wisata bahari Bima menjadi destinasi unggulan berskala nasional. (*)




