Raker KPTN-KTI, Unram Dorong Afirmasi Pendidikan dan Penguatan SDM
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) mendorong pemerintah pusat memperkuat kebijakan afirmasi pendidikan bagi mahasiswa dan perguruan tinggi Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Dorongan tersebut muncul dalam Rapat Kerja (Raker) Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Indonesia Timur (KPTN-KTI) di Makassar, Rabu, 19 Agustus 2026.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., turut mengikuti pembahasan yang mengangkat berbagai tantangan pembangunan serta peningkatan daya saing KTI.
KTI memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, termasuk mineral rare earth yang berpotensi mendukung perkembangan industri masa depan.
Namun, sejumlah persoalan masih menghambat optimalisasi potensi tersebut, seperti produktivitas, kualitas sumber daya manusia (SDM), konektivitas, penguasaan teknologi, inovasi, serta percepatan hilirisasi sumber daya dan hasil riset.
Rektor Unram menilai, perguruan tinggi perlu memperkuat kolaborasi agar PTN kawasan timur mampu meningkatkan prestasi dan daya saing. Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat melalui kebijakan afirmatif.
“PTN-KTI sepakat untuk melaksanakan program afirmasi dalam rangka mengejar prestasi seperti di PTN Kawasan Barat Indonesia. Oleh karena itu, besar harapan kami agar pemerintah pusat memberikan bantuan UKT bagi mahasiswa desil 1 sampai dengan desil 6,” ujarnya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Unram Dorong Afirmasi Pendidikan bagi Mahasiswa KTI
Prof. Sukardi menilai, kebijakan afirmasi dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas SDM kawasan timur Indonesia.
Dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar mahasiswa dari kelompok ekonomi tertentu tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi.
Menurutnya, penguatan SDM perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas perguruan tinggi. KPTN-KTI pun dapat menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kualitas pendidikan serta memperkecil kesenjangan daya saing antara PTN kawasan timur dan barat Indonesia.
Rektor ke-11 Unram itu berharap, KPTN-KTI semakin kuat sebagai wadah strategis untuk memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi.
Kolaborasi tersebut juga dapat membantu kampus meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan memperkuat daya saing menuju World Class University (WCU).
KPTN-KTI Susun Strategi Transformasi Kawasan Timur
Raker KPTN-KTI juga membahas peran perguruan tinggi sebagai penggerak transformasi KTI. Kampus tidak hanya bertugas mencetak SDM unggul, tetapi juga menghasilkan riset, inovasi, serta solusi bagi persoalan pembangunan daerah.
Forum mengarahkan peran perguruan tinggi melalui tiga fungsi utama, yakni Knowledge Producer, Problem Solver, dan Economic Enabler. Ketiga fungsi tersebut mendorong kampus menghasilkan pengetahuan, menyelesaikan persoalan berbasis ilmu pengetahuan, serta mengembangkan inovasi menjadi produk bernilai ekonomi.
KPTN-KTI menetapkan empat sektor prioritas untuk mendukung transformasi kawasan. Sektor tersebut mencakup mineral dan hilirisasi, maritim dan perikanan, pangan dan pertanian, serta energi terbarukan.
Pengembangan empat sektor tersebut membutuhkan sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Kampus dapat memperkuat riset dan inovasi, pemerintah menyiapkan kebijakan pendukung, sementara industri membuka peluang produksi, investasi, pasar, dan komersialisasi.
KPTN-KTI juga menyusun lima agenda strategis 2026, yakni pembangunan pusat unggulan, penguatan kolaborasi riset, penghubungan industri dengan perguruan tinggi, pengembangan talenta STEM dan kewirausahaan, serta percepatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset.
Melalui agenda tersebut, KPTN-KTI ingin memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan dan perekonomian kawasan timur Indonesia. (*)




