AdvertorialPendidikan

Akademisi STKIP Taman Siswa Bima Intervensi Budaya Perundungan Lewat Penguatan Karakter

“Program pengabdian lintas disiplin menyasar literasi dan numerasi untuk ciptakan ruang kelas aman di MIN Tolobali”.

Bima (NTBSatu) – Ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tolobali berubah menjadi pusat diskusi intensif, saat puluhan akademisi mulai membedah akar masalah kekerasan di lingkungan sekolah. Tak ada sekat formal yang kaku; yang terlihat adalah dialog interaktif mengenai angka, huruf, dan etika. Di sudut lain, para siswa terlibat dalam simulasi pengambilan keputusan untuk menguji empati dan ketangkasan berpikir mereka.

Pemilihan MIN Kota Bima sebagai sasaran program pengabdian berdasarkan beberapa alasan. Yaitu, merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Bima, peminatnya sangat banyak, tiap tahun harus menolak puluhan hingga ratusan siswa karena daya tampung terbatas. Tercatat terdapat lebih dari 900 siswa aktif. Prestasi maupun capaian peserta didiknya selalu menjadi buah bibir. Dari tingkat daerah, lokal, regional hingga nasional.

IKLAN

STKIP Taman Siswa Bima menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Literasi, Numerasi, dan Karakter untuk Mewujudkan Lingkungan Belajar Bebas Bullying” di MIN Tolobali, Kota Bima, Senin, 25 Mei 2026. Langkah strategis ini mengintegrasikan kecakapan kognitif dengan fondasi moral, untuk memutus rantai perundungan yang masih membayangi institusi pendidikan.

Inisiatif ini krusial mengingat korelasi langsung antara rendahnya literasi karakter, dengan tingginya angka perundungan yang menghambat perkembangan psikologis siswa. Dengan memperkuat literasi dan numerasi, siswa didorong untuk berpikir kritis dalam menyaring informasi dan bertindak logis. Sehingga, mampu menolak perilaku toksik di sekolah.

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Program inisiasi Program Studi PGSD dan PJKR ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Para akademisi bertransformasi dari pengajar di ruang kuliah menjadi fasilitator lapangan, yang mentransfer keterampilan konkret bagi guru dan siswa.

IKLAN

“Melalui kegiatan pengabdian, dosen diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat khususnya siswa dengan mentransfer ilmu pengetahuan, keterampilan. Serta, nilai-nilai yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas kehidupan,” ujar Koordinator Kampus 2 STKIP Taman Siswa Bima, Hj. Sri Lastuti, M.Pd., saat menjelaskan visi program tersebut.

Sri Lastuti menambahkan, peran akademisi kini tidak lagi terbatas pada dinding kampus. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak sekolah seperti MIN Tolobali menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif, inklusif, dan berkualitas melalui pendampingan langsung dan penguatan kapasitas.

Data lapangan menunjukkan, kasus perundungan sering kali berakar dari minimnya kemampuan siswa dalam berempati dan mengambil keputusan yang tepat. Program ini secara khusus menyisipkan materi numerasi bukan sekadar berhitung. Melainkan, sebagai alat asah logika untuk memahami konsekuensi dari setiap tindakan sosial di sekolah.

Selain sesi siswa, para guru mendapatkan pelatihan khusus mengenai manajemen kelas yang pro-aktif terhadap deteksi dini bullying. Fokus utama adalah membangun budaya sekolah positif, di mana setiap individu merasa aman tanpa intimidasi fisik maupun verbal.

Sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan di Kota Bima ini diharapkan menjadi pilot project bagi sekolah lain di wilayah tersebut. Integrasi nilai beradab dalam kurikulum literasi dipandang sebagai benteng utama dalam menghadapi tantangan degradasi moral remaja saat ini. (*)

Artikel Terkait

Back to top button