Porsenijar PGRI Sumbawa Jadi Ajang Silaturahmi Guru, Tahun Ini Berlangsung Paling Meriah
Sumbawa (NTBSatu) – Riuh sorak terdengar sejak pagi di GOR Mampis Rungan, Senin, 29 Juni 2026. Guru-guru dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa saling beradu kemampuan dalam partai final bola voli. Sementara peserta lain mengikuti rangkaian perlombaan yang menjadi bagian dari Pekan Olahraga dan Seni Guru (Porsenijar) PGRI Kabupaten Sumbawa.
Saat matahari mulai tenggelam, suasana berpindah ke Gedung Dea Guru PGRI Kabupaten Sumbawa. Di tempat itu, PGRI menggelar malam penutupan Porsenijar 2026. Hadir juga Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot.
Ketua PGRI Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Ahmad Yani, M.T. mengatakan, Porsenijar lahir dari aspirasi para guru yang menginginkan wadah untuk bertemu sekaligus mempererat silaturahmi. Selama ini, guru berada di bawah naungan instansi yang berbeda, baik Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama. Kondisi itu membuat kesempatan berkumpul menjadi terbatas.
Ahmad Yani menjelaskan, Porsenijar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi guru untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga dan seni.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menjalin silaturahmi seluruh guru di Kabupaten Sumbawa. Selain itu, kami juga ingin memberikan ruang bagi guru-guru yang memiliki kemampuan di bidang olahraga maupun seni,” ujarnya kepada wartawan NTBSatu.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menjadi yang paling meriah daripada tahun-tahun sebelumnya. Selain menggelar lomba solo vokal dan pickleball, panitia juga menghadirkan pertandingan bola voli yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Ia menyebut, Porsenijar tahun ini terasa lebih istimewa karena PB PGRI membuka kegiatan tersebut. Sedangkan Bupati Sumbawa hadir menutup seluruh rangkaian acara.
Ahmad Yani berharap Porsenijar terus berlanjut setiap tahun dengan cabang perlombaan yang semakin beragam. Tujuannya, agar lebih banyak guru dapat menyalurkan bakat dan potensinya.
Ajang Silaturahmi
Salah seorang peserta, Sapiani, S.Pd., dari Cabang PGRI Lunyuk, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, Porsenijar menjadi kesempatan berharga untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan guru-guru dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa.
“Kami senang karena bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan guru-guru dari daerah lain. Semoga tahun depan cabang perlombaannya semakin banyak agar teman-teman yang memiliki kemampuan di bidang olahraga atau seni lainnya juga bisa ikut berpartisipasi,” katanya.
Porsenijar 2026 mempertandingkan sejumlah cabang, mulai dari solo vokal, bola voli, hingga pickleball. Lebih dari sekadar mencari juara, kegiatan ini menghadirkan ruang kebersamaan bagi para guru. Di tengah padatnya aktivitas mengajar, mereka menemukan waktu untuk bertanding, tertawa, dan menguatkan ikatan sebagai sesama pendidik di Kabupaten Sumbawa. (*)




